Advertisement
OJK DIY Catat Industri Jasa Keuangan Tumbuh Stabil
Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah DIY hingga Oktober 2025 berada dalam kondisi stabil, dengan pertumbuhan positif, tingkat likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang tetap terjaga.
Kondisi ini mencerminkan ketahanan sektor keuangan daerah di tengah dinamika perekonomian nasional.
Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, menyampaikan aset perbankan di DIY pada Oktober 2025 mencapai Rp115,3 triliun atau tumbuh 3,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp96,181 triliun dengan pertumbuhan 4,63 persen yoy.
Advertisement
Ia menjelaskan, penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan di DIY hingga Oktober 2025 tumbuh 5,09 persen yoy menjadi Rp65,96 triliun. Penyaluran kredit tersebut masih didominasi oleh tiga sektor ekonomi utama, yakni Sektor Rumah Tangga sebesar Rp17,5 triliun, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran Rp13,3 triliun, serta Sektor Konstruksi Rp9,3 triliun.
“Pada Oktober 2025, kredit atau pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM mencapai Rp28,35 triliun dengan pangsa pasar sebesar 42,9 persen dari total kredit atau pembiayaan perbankan,” kata Eko.
BACA JUGA
Untuk Industri Keuangan Nonbank (IKNB), Eko menyebutkan premi asuransi jiwa pada Oktober 2025 tercatat sebesar Rp987,8 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan 28,67 persen dibandingkan Oktober 2024. Sementara itu, premi asuransi umum pada Oktober 2025 mencapai Rp1.113 miliar dan tumbuh signifikan sebesar 157,02 persen yoy.
Ia menambahkan, penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan pada Oktober 2025 mencapai Rp4,4 triliun, meningkat dibandingkan Triwulan III 2025 sebesar Rp4,375 triliun. Namun demikian, secara tahunan pertumbuhan pembiayaan tersebut mengalami perlambatan sebesar minus 2,52 persen yoy.
“Rasio Non Performing Financing (NPF) mengalami kenaikan menjadi 2,97 persen pada Oktober 2025,” jelas Eko.
Dari sisi teknologi finansial, outstanding pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending pada Agustus 2025 tercatat sebesar Rp1,258 triliun atau tumbuh 14,76 persen yoy. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan outstanding Triwulan II 2025 sebesar Rp1,164 triliun dengan pertumbuhan 12,9 persen yoy.
“TWP 90 pada Agustus 2025 tercatat sebesar 2,66 persen atau mengalami penurunan dibandingkan posisi Triwulan II 2025 yang mencapai 3,31 persen,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pasar modal, Eko mengungkapkan jumlah Single Investor Identification (SID) Saham di DIY pada Agustus 2025 mencapai 150.030 atau tumbuh 25,63 persen yoy. SID Reksa Dana tercatat sebanyak 268.040 dengan pertumbuhan 15,62 persen yoy, serta SID Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 23.279 atau tumbuh 18,50 persen yoy.
“Transaksi pasar modal di DIY hingga Agustus 2025 masih didominasi oleh investor individu,” katanya.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Puluhan Orang Tertipu Miliaran Rupiah di Investasi Villa dan Kos-kosan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement






