Advertisement
Selama Pekan Kampanye, BI Targetkan Ada 1.500 Kartu GPN di Jateng
Kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di Hartono Mall, Sleman, Minggu (29/7/2018). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Selama pekan kampanye Bank Indonesia (BI) menargetkan penukaran kartu debit Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ada 1.500 keping di Jawa Tengah.
Adapun pekan kampanye tersebut akan mulai dilakukan dalam acara car free day di Semarang, 19 Agustus 2018 dan berlangsung hingga 27 Agustus 2018. Selain Semarang, wilayah lain yang akan memulai kampanye GPN tersebut adalah Solo, Tegal, dan Purwokerto.
Advertisement
Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan ada 11 bank yang akan berpartisipasi di kampanye GPN Jateng. Menurutnya, seluruh bank sudah siap dengan kartunya masing-masing.
"Bank-bank tentu sudah menyiapkan kartunya dan nanti tinggal ditukarkan langsung secara gratis," katanya, Kamis (16/8).
BACA JUGA
Dia menjelaskan secara nasional ada 98 bank yang berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, sudah ada 54 bank yang mencetak kartunya dengan jumlah 442.000 kartu dan 57% telah didistribusikan.
Pihaknya pun menargetkan seluruh nasabah bank telah menggunakan kartu debit berloko GPN paling lambat pada 2022. "Kartu GPN ini kita dorong terus. Jadi, 1 Januari 2022 para nasabah bank sudah harus punya minimal satu kartu berlogo GPN," ujarnya.
Ponco menambahkan melalui kartu GPN ini, pihaknya ingin mengedepankan sistem interkoneksi dalam pembayaran. Selain itu, seluruh proses transaksi dilakukan di dalam negeri.
Menurutnya, hal tersebut akan meningkatkan efisiensi dalam proses administrasi. Hal tersebut akan berujung pada biaya-biaya yang bisa ditekan.
Salah satunya adalah penurunan biaya yang dibebankan (surcharge) kepada merchant. Sebelum menggunakan kartu GPN, surcharge bisa berkisar antara 2%-3%. Dengan kartu GPN, surcharge tersebut turun menjadi 0,5%-1% saja.
Ponco menuturkan biaya administrasi bulanan untuk nasabah pun seharusnya bisa turun. "Harusnya berkurang ya. Jadi, proses perbankan kita terus melakukan penyesuaian yang berujung pada low cost administration," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Satpol PP Bantul Tertibkan 26 Reklame Ilegal di Tiga Kapanewon
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement







