Advertisement
Ekonomi Digital Berpotensi Jadi Mesin Pendorong Pertumbuhan Asia
Jenis perusahaan teknologi finansial berdasarkan produk dan target pasar - Bisnis.com
Advertisement
Harianjogja.com, NUSA DUA—Inovasi digital telah berkontribusi sebesar 30% atas pertumbuhan per kapita kawasan Asia dalam dua dekade terakhir dan diperkirakan akan terus bertambah. Situasi ini dapat menjadi peluang inovasi teknologi untuk menopang pertumbuhan di masa depan.
“Perkembangan e-commerce sangat pesat di Asia, negara-negara yang memiliki dan mengembangkan e-commerce terbukti lebih produktif dari negara-negara yang tidak,” ujar Direktur Departemen Asia Pasifik IMF Changyong Rhee dalam konferensi pers penerbitan Regional Economic Outlook for Asia and the Pacific berjudul Asia at the Forefront: Growth Challenges for the Next Decade and Beyond di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).
Advertisement
Rhee menjelaskan peluang yang dibawa oleh perkembangan digital dapat membuat pemerintah meningkatkan pendapatan pajak dan mengalokasikan anggaran dengan lebih baik. Namun, ancaman teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan robot yang dikhawatirkan dapat menggantikan beberapa lapangan pekerjaan tradisional tetap perlu diperhatikan.
“Robot dan inovasi teknologi finansial (tekfin) dapat membuat masa transisi yang bergejolak yang dapat berdampak pada stabilitas keuangan. Hal itu akan menjadi tantangan besar bagi para pembuat kebijakan,” terangnya.
BACA JUGA
Pemerintah di kawasan Asia disarankan untuk lebih mencermati kesempatan sambil tetap sigap menghadapi risiko dari ekonomi digital. Salah satu upaya yang dapat dipersiapkan adalah dengan memberikan investasi lewat peningkatan kualitas pendidikan, infrastruktur, dan iklim kebijakan yang dapat membawa perkembangan digital menjadi salah satu mesin pertumbuhan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









