PELUANG USAHA : 2 Sahabat Rintis Usaha Kustom Sepatu Beromzet Puluhan Juta

PELUANG USAHA : 2 Sahabat Rintis Usaha Kustom Sepatu Beromzet Puluhan JutaRamaditya Nugrahanto (kiri) dan Adrianto Priyo Sembodo (kanan) (Holy Kartina N.S./JIBI - Harian Jogja)
09 April 2017 10:22 WIB Ekbis Share :

Peluang usaha untuk sepatu kustom

Harianjogja.com, JOGJA -- Tren perawatan sepatu semakin menjamur di Kota Jogja. Berawal dari bisnis cuci sepatu, dua mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Jogja membuka usaha kustom sepatu.

Ramaditya Nugrahanto dan Adrianto Priyo Sembodo memulai bisnis ini tahun 2015. Tidak seperti usaha kustom sepatu lainnya yang mengandalkan perajin untuk memproduksi produknya. Rama dan Dodo belajar membuat dan menjahit sepatu secara otodidak.

"Awalnya memang cuma fokus membersihkan dan perawatan sepatu. Tetapi semakin lama, melihat perkembangan usaha ini makin luas dan menjamur, kami ingin sesuatu yang beda. Akhirnya, kenapa enggak bikin kustom sepatu saja," ujar Rama ditemui Harian Jogja pekan lalu.

Rama mengatakan proses belajar dan riset tentang dunia sepatu dilakoni selama setahun. Dengan modal Rp5 juta, bisnis kustom sepatu inipun nekat dijalankan dengan kemampuan yang masih biasa.

Model sepatu yang diproduksi kedua sahabat ini terinspirasi dari berbagai model sepatu ternama yang populer di kalangan anak muda. Rama mengaku produk sepatu yang dibuat usaha dengan label The Cobbler ini menggunakan bahan baku kulit sapi.

"Kami sudah punya beberapa karyawan, tetapi pengerjaan juga masih dilakukan sendiri," jelas Rama.

Untuk menjajal pasar, keduanya mencoba menawarkan keterampilan mereka membuat sepatu kepada teman dan saudara terdekat mereka. Dodo menambahkan sepatu buatan mereka sebagian besar dipromosikan melalui media sosial.

"Kami menawarkan ke saudara-saudara ada yang mau bikin apa enggak. Karena kalau belum mahir [membuat sepatu], enggak bisa langsung dilepas ke pasar," jelas Dodo.

Kini dengan lima orang pekerja, dalam sebulan dua sahabat ini dapat memproduksi 60-70 pasang sepatu kustom pesanan para pelanggannya. Menyasar segmen pasar high end, produk ini dipasarkan mulai dari harga Rp500.000.

"Dalam sebulan, omzet kami sekitar Rp20 jutaan. Terkadang kami juga mengalami kesulitan kalau sedang banyak pesanan," ungkap Dodo.