Advertisement
Suku Bunga AS Naik, Ini 3 Ramuan Kebijakan BI
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membacakan sumpah saat acara pengambilan sumpah jabatan di Makamah Agung, Jakarta, Kamis (24/5). - Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Merespons kebijakan bank sentral AS dan Eropa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan tetap akan menempuh kebijakan lanjutan berupa kenaikan suku bunga yang disertai dengan relaksasi kebijakan loan-to-value (LTV) untuk mendorong sektor perumahan.
Ramuan kebijakan tersebut masih konsisten, yakni kebijakan yang pre-emptive, front loading dan ahead the curve. "Selain itu, kebijakan intervensi ganda, likuiditas longgar, dan komunikasi yang intensif tetap dilanjutkan," paparnya dalam pernyataan resmi, Selasa (19/6/2018).
Advertisement
Perry juga menegaskan BI, pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mempererat koordinasi untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan. Bank sentral tetap meyakini ekonomi Indonesia, khususnya pasar aset keuangan, tetap kuat dan menarik bagi investor, termasuk investor asing.
"Dengan investasi yang terjaga, stabilitas ekonomi juga diharapkan tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi akan meningkat," tambahnya.
BI bakal menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) berikutnya pada 27-28 Juni 2018. Dalam RDG terakhir yang berlangsung pada 30 Mei 2018, bank sentral mengerek BI 7-Day Repo Rate menjadi 4,75%.
Seperti diketahui, bank sentral AS menaikkan Fed Federal Reserve (FFR) sebesar 25 basis poin menjadi 1,75% hingga 2% dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Rabu (13/6/2018). Kenaikan tersebut merupakan langkah kenaikan suku bunga kedua pada 2018.
Dalam pernyataan resminya, Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan kenaikan suku bunga acuan mencerminkan perbaikan ekonomi negara tersebut yang ditunjukkan oleh menurunnya angka pengangguran menjadi 3,8%, angka terbaik sejak 2000.
Sementara itu, Kamis (14/6), The European Central Bank (ECB) memutuskan menahan tingkat suku bunga acuannya sebesar 0% pada bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sorgum Tak Lagi Terpinggirkan Kini Jadi Gula Semut Bernilai
- Telan Rp10.500 Triliun untuk AI, Raksasa Teknologi PHK 4 Juta Pekerja
- Batas Pelaporan SPT 2026 Diperpanjang, Ini Cara Aktivasi Coretax DJP
- Harga Emas Antam Sabtu 11 April Naik Tipis, Cek di Sini
- Konflik Timur Tengah Mereda, Wall Street Kompak Parkir di Zona Hijau
Advertisement
Jadwal KRL Solo-Jogja 14 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Advertisement
Berita Populer
- Sorgum Tak Lagi Terpinggirkan Kini Jadi Gula Semut Bernilai
- Isu Dana Desa Dipotong Mencuat, Ini Penjelasan Menteri Desa
- Kereta Ekonomi Murah Ini Diserbu, Puluhan Ribu Penumpang
- 11 Juta Lebih Warga Sudah Lapor SPT Pajak, Tenggat Diperpanjang
- Harga Emas Pegadaian Masih Tinggi Hari Ini, Cek di Sini
- Skema Asuransi Mulai Dibahas untuk Program Tiga Juta Rumah
- Harga BBM Bisa Melonjak, Ini Peringatan Keras Iran
Advertisement
Advertisement







