Advertisement
Belajar Adaptasi dan Pahami Tren Anak Muda
Marketing Communication Sales Area Indosat Jogja Inner Dyah Harlina Deasy Fristanti - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Memahami tren anak muda yang berkembang saat ini di industri komunikasi dan teknologi, membuat Dyah Harlina Deasy Fristanti tertantang mempelajari segmen ini. Bagi Deasy, demikian biasa dia disapa, segmen anak muda merupakan tantangan yang unik.
"Tentu karena usia saya yang memang sudah tidak lagi di segmen tersebut, makanya saya harus beradaptasi dan memahami seperti apa karakter segmen ini," ujar Marketing Communication Sales Area Indosat Jogja Inner kepada Harian Jogja, Senin (9/7).
Advertisement
Deasy menyadari tren anak muda selalu berubah dengan cepat. Perubahan yang dinamis ini mau tidak mau memaksa Deasy untuk mengikuti dan mempelajarinya. Pasalnya, provider Indosat sejak dulu telah konsisten untuk menyasar segmen anak muda.
Diakui Deasy, tidak mudah beradaptasi dengan mengikuti tren anak muda yang tumbuh dengan pesat. Namun, tim yang banyak dimotori anak-anak muda, tak sekadar membantu Deasy untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk provider IM3.
BACA JUGA
"Karena sebagian besar tim saya isinya anak-anak muda. Jadi saya pun belajar dari mereka. Misalnya saja tentang aplikasi yang belum lama ini marak. Secara segmen pasarnya, tidak lagi sesuai dengan usia saya, akan tetapi mereka juga tidak akan lepas dari penggunaan data Internet, jadi mau tidak mau saya juga harus terjun tahu aplikasi ini seperti apa," jelas ibu dua anak ini.
Kendati demikian, sejak pindah ke Jogja dari Bali, Deasy mengakui perbedaan yang dihadapi dari kedua kota ini. Sebagai sesama kota wisata, kedua kota ini memiliki perbedaan terkait kebijakan di bidang pendidikan.
Banyak pelajar di Jogja, tetapi tidak mudah untuk bisa mendekatkan diri ke institusi pendidikan dalam rangka promosi produk komunikasi.
"Itulah Jogja, meski sulit karena benturan regulasi, kota ini masih punya pasar yang sama strategisnya untuk dibidik. Banyaknya komunitas yang tumbuh di kota ini, menjadi sasaran pasar yang bisa kami bidik," ujar Deasy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Satpol PP Bantul Tertibkan 26 Reklame Ilegal di Tiga Kapanewon
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Arab Saudi Larang Impor Unggas Indonesia
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement






