Advertisement
70% Penumpang Garuda Indonesia Pilih Beli Tiket di Mitra
Pesawat Garuda Indonesia mempersiapkan keberangkatan di apron Termial 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten Selasa (13/2/2018). (Bisnis - Felix Jody Kinarwan)).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan tiket Garuda Indonesia masih didominasi oleh mitra, baik travel agent offline maupun online berupa aplikasi-aplikasi pembelian tiket secara daring. Totalnya ada sekitar 70% dari total penjualan tiket.
GM Garuda Indonesia Brand Office Yogyakarta Jubi Prasetyo mengakui penjualan tiket Garuda Indonesia masih banyak diakses oleh masyarakat melalui mitra. Pasalnya perilaku konsumen saat ini telah berubah. Mereka seringkali membutuhkan tiket secara mendadak, maka pembelian melalui mitra pun jadi pilihan. Terutama mitra Garuda Indonesia berupa online travel agent (OTA) dan juga situs-situs pembelian tiket daring yang dianggap mampu mengakomodasi kebutuhan konsumen tersebut. "Kalau penjualan tiket dari mitra kami sekitar 50 persen tetapi kalau ditambah dengan yang online sampai 70 persen," katanya, Sabtu (21/7).
Advertisement
Meskipun transaksi digital terus meningkat, Jubi tetap memenuhi permintaan sebagian konsumen yang lebih nyaman bertransaksi secara tatap muka melalui gerai atau outlet Garuda Indonesia. Dia menuturkan kontribusi gerai terhadap penjualan memang belum signifikan, sekitar 10% dari total penjualan.
Di sisi lain pasar bisnis penerbangan ini terus meningkat. Jubi menuturkan jika dibandingkan, total penumpang pada 2017 lalu naik sebanyak 8% dibandingkan 2016 yakni mencapai 3,8 juta penumpang. Bahkan pada semester I 2018 ini, ada peningkatan hingga 20% dibandingkan periode yang sama pada 2017 lalu (year on year/yoy). Jika pada semester I 2017 mencapai 1,5 juta penumpang maka pada 2018 ini jumlahnya naik hingga sebanyak 1,8 juta penumpang.
BACA JUGA
"Artinya peluang bisnis ini kan masih sangat besar. Oleh sebab itu kami terus berusaha meningkatkan pelayanan dan bermitra dengan berbagai pihak. Kami juga serius menggarap segmen korporasi," katanya.
Sebagaimana diketahui, Garuda Indonesia berkomitmen mengembangkan kemitraan untuk menarik segmen korporasi. Pasalnya potensi segmen ini masih cukup besar di Jogja yang merupakan salah satu destinasi unggulan meetings, incentives, conference and exhibition (MICE). Apalagi banyak korporasi dari Jogja yang melakukan perjalanan dinas ke kantor pusat yang berada di luar Jogja. Jubi menambahkan kini pihaknya telah bekerjasama dengan sekitar 35 korporasi dan akan terus dikembangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest
Advertisement
Berita Populer
- Ekspor DIY Terkoreksi, Industri Pengolahan Masih Dominan
- UGM: Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai di Tengah Banyak Tekanan
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Kompak Menguat
- OJK Blokir Ribuan Pinjol Ilegal dan Nomor Penagih
- AS Mundur dari Organisasi Global, Ekonomi Dunia Makin Tak Pasti
- Harga Emas Antam Naik Rp25.000, Tembus Rp2,6 Juta
- BI DIY Catat Outflow Uang Kartal Akhir 2025 Lampaui Rp1 Triliun
Advertisement
Advertisement




