Pertumbuhan Diprediksi Tak Sesuai Target, Pemerintah Siapkan Antisipasi

Pertumbuhan Diprediksi Tak Sesuai Target, Pemerintah Siapkan AntisipasiMenteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - Antara/Sigid Kurniawan
29 September 2018 08:30 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Ekonom Universitas Indonesia, Febrio Kacaribu, menilai tetap akan berada di kisaran 5,2 % pada 2018 ini, dengan tren ke bawah.

"Untuk prediksi kami terakhir, dengan mempertimbangkan kenaikan suku bunga kebijakan di September dan Desember, pertumbuhan ekonomi akan berada di sekitar 5,2 persen," jelasnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (28/9).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan tidak mungkin pemerintah menafikan dampak atas kebijakan tersebut. Karena itu, pemerintah terus menyiapkan kebijakan lanjutan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. "Ada juga pengaruhnya, kalau dibilang tidak ada, ketawa orang," ungkapnya, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat.

Menurutnya, suku bunga yang meningkat akan menurunkan daya beli dan membuat minat terhadap kredit melemah. Sebab, suku bunga kredit pun akan turut naik.

Dalam waktu dekat, pemerintah pun akan meluncurkan kebijakan baru hasil menelaah insentif perpajakan. Insentif perpajakan lanjut Menko Darmin akan diperluas sektor penikmat insentifnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan terdapat tiga hal yang menjadi fokus pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia, infrastruktur dan investasi. Dengan kebijakan yang berfokus pada ketiga hal tersebut, pemerintah berharap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Sumber : Bisnis Indonesia