Advertisement
Sri Mulyani Ajak IIF Jangan Hanya Ekspansi Bisnis tetapi ...
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan) berfoto bersama Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (ketiga kanan), Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (ketiga kiri), Gubernur Bank Sentral Inggris yang juga Ketua Dewan Stabilitas Keuangan IMF Mark Carney (kiri) dan Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan yang juga Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional IMF Lesetja Kganyago (kanan) saat menghadir
Advertisement
Harianjogja.com, NUSA DUA—Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Indonesia adalah negara besar dengan banyak kesempatan dan banyak sektor swasta. Di sisi lain, dia mengimbau agar International Finance Cooperation (IFC) dapat memberikan sense of development dan sence of innovation untuk Indonesia alih-alih hanya mengekspansi bisnis.
“Kami harapkan IFC bisa menjadi institusi yang menciptakan kreativitas dan keterbukaan. Karena pertumbuhan saat ini 5%, tidak terlalu tinggi. Kami ingin banyak sektor swasta ke Indonesia. Sebagai negara berkembang saya ingin IFC bisa meyakinkan bahwa satu dolar yang diinvestasikan, bisa diinvestasikan di sektor yang tepat,” ujar Sri Mulyani dalam IFC Annual Meeting Client Reception di sela-sela perhelatan Annual Meeting IMF-WBG 2018, Sabtu (13/10/2018).
Advertisement
Pertemuan IFC tersebut bertujuan memperkuat kerja sama teknis guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, Sri Mulyani menekankan agar IFC dapat turut serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
CEO IFC, Philippe Le Houerou pun sangat mengapresiasi Pemerintah Indonesia dan menyampaikan rasa duka atas bencana di Palu dan Lombok. Dia mengungkapkan IFC sangat mendukung perbaikan iklim investasi di Indonesia dan ingin menarik investor swasta asing ke berbagai sektor yang tersedia di Indonesia.
BACA JUGA
“Saya berjanji dengan Menteri Keuangan, kami bukan hanya memanfaatkan kesempatan, tetapi juga menciptakan kesempatan. Kami telah sepakat untuk meningkatkan peran sektor swasta,” lanjut Philippe.
Adapun IFC sebagai afiliasi Bank Dunia memiliki tujuan untuk membantu pembiayaan pembangunan negara-negara anggota melalui pemberian pinjaman atau penyertaan pada sektor swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Beroperasi 18 Januari, Tarif Rp12.000
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Turun Rp6.000, Kini Rp2,663 Juta per Gram
- Investasi KEK Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun hingga 2025
- Harga Cabai Rawit Rp49.850 per Kg, Telur Rp32.100 per Kg
- Peluang Bisnis 2026 Modal Terjangkau, Ini Ide Usaha Paling Prospektif
- Harga Pangan Nasional Turun Serentak, Beras hingga Cabai Merosot
- Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Masih Bertahan, 18 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



