BPR Hadapi Masalah Internal dan Eksternal

BPR Hadapi Masalah Internal dan EksternalIlustrasi transaksi di BPR/Antara
14 Januari 2019 09:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bank Perkreditan Rakyat (BPR) banyak dihadapkan dengan masalah internal maupun eksternal. Selain dari sisi persaingan dengan bank umum, kualitas SDM di masing-masing BPR juga menjadi penghambat BPR untuk maju. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Untung Nugroho menyampaikan dari sisi internal, masih ada BPR yang mengalami kesulitan dalam kecukupan modal inti. Banyak BPR yang modal intinya kurang dari Rp15 miliar atau masih BPR Kegiatan Usaha (BPRKU) 1. "Modal inti kurang dari Rp15 miliar menapai 75,4 persen atau sebanyak 40 BPR," katanya, Sabtu (12/1/2019). 

Sementara BPRKU 2 dan BPRKU 3 berturut-turut juga hanya 13,2% dan 6%. Selain itu kelemahan pada SDM membuat pelanggaran operasional di BPR banyak muncul. Biaya dana yang mahal membuat suku bunga tinggi sehingga melemahkan daya saing BPR. Untung juga mengakui pemanfaatan teknologi di BPR juga masih rendah. 

Sementara pada sisi eksternal, banyaknya industri keuangan yang masuk segmen BPR membuat pasar BPR semakin sempit. Tidak hanya bank umum. Saat ini koperasi simpan pinjam dan finansial technology saling berlomba-lomba mendapatkan pasar dari kalangan UMKM yang selama ini menjadi target BPR. 

"Apalagi sekarang program pemerintah melalui kredit usaha rakyat [KUR] yang disalurkan lewat bank umum dan kewajiban penyaluran kredit UMKM lainnya serta adanya agen laku pandai," jelas dia. 

Dengan tantangan itu, BPR tidak boleh tinggal diam. BPR dituntut berbenah agar kehadirannya relevan bagi masyarakat. OJK terus mendorong penguatan penerapan manajemen risiko, tata kelola, dan perluasan wilayah jaringan kantor.