Advertisement
Jargas di DIY Sementara untuk Kebutuhan Industri
Ilustrasi jaringan gas - jibi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah telah menerbitkan beleid Peraturan Presiden No.6/2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil (Jargas). Untuk mengadakannya ada syarat yang perlu dipenuhi. Salah satunya adanya sumber gas. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta belum ada jaringan gas yang terbangun. Penggunaan gas alam di DIY untuk keperluan industri.
Manager Stakeholders Relations PT Pertagas Niaga Ratna Dumila mengungkapkan jaringan gas kota adalah proyek Ditjen Migas, Kementerian ESDM. Proyek ini memiliki tujuan untuk mengurangi subsisi bahan bakar minyak dan subsidi LPG. Selain itu, untuk diversifikasi energi dan mewujudkan kemandirian energi dalam negeri dengan memanfaatkan gas alam. "Keuntungannya, masyarakat dapat memanfaatkan energi gas dengan lebih mudah, praktis, suplai kontinyu, aman dan murah," ujar dia ketika dihubungi Harian Jogja.
Advertisement
Ia mengatakan untuk pengadaan jargas di sebuah daerah ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti daerah memiliki sumber gas, memiliki infrastruktur pipa gas, ada pasar (warga/industri) yang membutuhkan dan masuk secara keekonomian. "Misalnya harga jargas lebih kecil atau sama dengan harga LPG. Jadi tidak malah lebih mahal," katanya.
Pihak yang menentukan suatu wilayah bisa mendapatkan jargas atau tidak adalah Kementerian ESDM. Ketentuannya adalah apakah syarat yang dibutuhkan tersebut terpenuhi atau tidak.
"Untuk DIY, setahu saya saat ini DIY belum ada sumber gas langsung dari gas alam. Saat ini kami suplai industri di DIY dengan Compressed Natural Gas [CNG] yang diperoleh dari Gresik dan diantarkan menggunakan truk cube skid," ujar dia.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengatakan pihaknya mendengar akan adanya penyambungan pipa galam dari Jawa Timur. Namun, ia belum mengetahui detail mengenai rencana pembangunan jargas tersebut.
"Kalaupun akan ditarik pipa paling juga akan melalui jalur pantai utara. Kalau ditarik ke DIY kok kayaknya jauh sekali. Sambungan pipanya bagaimana?" ujar dia.
Siswanto mengatakan saat ini kebutuhan masyarakat DIY akan gas sementara tercukupi oleh pasokan LPG dari Pertamina.
Sementara itu Unit Manager Comm & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero) Andar Titi Lestari mengatakan untuk pasokan elpiji terutama tiga kilogram (kg) pada 2018 melebihi target realisasi. Targetnya sebanyak 105.571 MT, sedangkan realisasinya mencapai 108.031 MT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- PHRI DIY Bidik Okupansi Hotel 85 Persen pada 2026
- Asuransi Kesehatan Terus Tumbuh, Ini Tantangan Industri Jiwa
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 dan UBS Meroket
- Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
- Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun pada 2026
- AS Mundur dari Organisasi Global, Pakar UMY Soroti Risiko Dunia
- Indonesia Tak Khawatir Ancaman Tarif Trump soal Iran
Advertisement
Advertisement





