Piutang Pembiayaan di DIY Meningkat

Piutang Pembiayaan di DIY MeningkatStiker Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tertempel di pintu salah satu bank di Jakarta. - Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
04 Maret 2019 06:29 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan penyaluran piutang dari perusahaan pembiayaan di DIY per Januari 2019 sebesar 4,36 triliun. Angka tersebut menunjukkan porsi penyaluran piutang di DIY sebesar 0,96% dari total piutang pembiayaan gros Industri perusahaan pembiayaan sebesar Rp455,37 triliun.

Direktur Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK Yustianus Dapot T mengungkapkan dari Rp4,36 triliun piutang yang disalurkan di DIY, sebesar Rp2,04 triliun (46,67%) disalurkan di Kota Jogja. Penyaluran terbesar kedua yakni Sleman dengan Rp1,40 triliun (31,98%). "Untuk jumlah debitur yang menerima pembiayaan yang terkonsentrasi di Kota Jogja sebesar 166.802 debitur, 53,71 persen dari total debitur sebesar 310.555 debitur," ujar dia pekan lalu.

Ia mengatakan ada 62 kantor cabang perusahaan pembiayaan di DIY atau 1,39% dari total kantor cabang perusahaan pembiayaan sebanyak 4.469 kantor. Kemudian, dari 62 kantor cabang di DIY, 44 kantor cabang atau 70,96% terdapat di Kota Jogja dan sisanya merata pada wilayah lainnya.

Total piutang bermasalah sebesar Rp69,02 miliar atau 1,58% dari total piutang pembiayaan di DIY. Piutang bermasalah tersebut terkonsentrasi pada wilayah Kota Jogja sebesar Rp41,58 miliar atau 60,25% dari total piutang bermasalah di DIY dengan nilai Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 4,69%.

Ia menjelaskan pada periode 2016 hingga Januari 2019, penyaluran pembiayaan mengalami tren peningkatan, sedangkan jumlah debitur mengalami tren penurunan. "Pertumbuhan piutang pembiayaan pada Januari 2019 sebesar 1,05 persen year to date (YtD) dan penurunan jumlah debitur sebesar -0,13 persen YtD," kata dia pekan lalu.

Sementara, secara nasional aset perusahaan pembiayaan per Januari 2019 sebesar Rp502,86 triliun atau tumbuh 5,78% (year on year/yoy). Piutang pembiayaan tumbuh sebesar 5,36% yoy menjadi Rp438,81 triliun. Untuk sumber pendanaan perusahaan pembiayaan berasal dari pinjaman dalam negeri dan luar negeri serta obligasi sebesar Rp350,80 triliun atau tumbuh 5,32% yoy.

"Sementara, laba pada Januari 2019 sebesar Rp1,20 triliun atau tumbuh sebesar 0,82 persen yoy. ROA industri pada Januari 2019 sebesar 3,94 persen. Return On Equity (ROE) industri pada Januari 2019 sebesar 11,87 persen dan NPF Gross industri sebesar 2,71 persen," ujar dia.

 Pertumbuhan DIY

Kepala Wilayah Area Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budianto mengungkapkan DIY dipandang memiliki potensi yang besar. Dari total nasabah, DIY menyumbang sekitar 15%-20% dari total konsumen yang ada di area Jawa Tengah. DIY sendiri diharapkan bisa bertumbuh hingga 18%.

"Kalau untuk seluruh area Jawa Tengah pada 2018 kami mencatatkan pertumbuhan naik sebesar 17 persen, tutup di angka Rp3,4 triliun. Untuk kinerja keuangan dari sisi margin naik 11 persen. Itu kami tutup di angka Rp180 miliar," ujar dia.

Pertumbuhan lebih baik ditargetkan pada 2019 ini meskipun merupakan tahun yang menantang. "Pada 2019 ini kami targetkan pembiayaan bisa tumbuh menjadi Rp4 triliun atau tumbun 17 persen. Ini semua didukung juga oleh kinerja infrastruktur yang pesat," kata dia.