Libur Lebaran, Trafik Data Diprediksi Naik 20%

Libur Lebaran, Trafik Data Diprediksi Naik 20%Sales Area Manager Yogyakarta Inner Fifi Sulistyoningsih (dua kiri) dan Sales Area Manager Yogyakarta Outer Aris Budiyanto (dua kanan) dalam acara buka puasa bersama di Sleman, Rabu (22/5)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
23 Mei 2019 11:17 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Selama masa libur Lebaran trafik data diprediksi mengalami peningkatan sebesar 15%-20% termasuk di DIY. Kenaikan trafik tersebut telah diantisipasi oleh Indosat Ooredoo dengan menyiapkan kapasitas jaringan.

Sales Area Manager Yogyakarta Inner Fifi Sulistyoningsih mengungkapkan seiring dengan tren digital dan penggunaan media sosial masyarakat yang terus meningkat, kapasitas layanan data menjadi hal yang sangat penting. Ia mengatakan Indosat Ooredoo telah meningkatkan kapasitas data menjadi 18,4 Terabyte/hari. "Kapasitas data yang disiapkan ini untuk memenuhi puncak kenaikan trafik data yang diprediksi meningkat sebesar 15-20 persen," kata dia kepada wartawan di Sleman, Rabu (22/5).

Sementara untuk layanan SMS disiapkan hingga 974 juta SMS/hari dan kapasitas layanan suara disiapkan hingga 37 erlang/hari. Kedua trafik suara dan SMS ini juga sudah diperhitungkan untuk prediksi peningkatan trafik yang mungkin terjadi.

"Kami sangat memahami kebutuhan telekomunikasi ini yang andal selama masa-masa peningkatan trafik telekomunikasi seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Lebaran," papar dia.

Sales Area Manager Yogyakarta Outer Aris Budiyanto mengatakan kesiapan kapasitas jaringan telekomunikasi juga didukung dengan penggelaran infrastruktur jaringan 4G Plus yang semakin meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan di jaringan Indosat. "Penambahan sumber daya yang akan melakukan monitoring jaringan juga jadi komitmen kami untuk memastikan kenaikan trafik telekomunikasi dapat kami antisipasi," jelas dia.

Ia menjelaskan kesiapan jaringan Indosat Ooredoo untuk Ramadan dan Lebaran ditunjukkan melalui kegiatan uji jaringan. Uji tersebut telah dilakukan di kota-kota tujuan mudik utama di seluruh Indonesia. Lokasi tersebut merepresentasikan kantong-kantong mudik yang memiliki potensi tinggi terjadinya kepadatan tujuan mudik dan kenaikan trafik telekomunikasi cukup tinggi.

"Untuk wilayah DIY lonjakan trafik biasanya terjadi di daerah perkotaan dan pariwisata. Untuk pariwisata bisa berkali-kali lipat karena bertambahnya jumlah pengunjung. Tetapi, kami sudah mengantisipasinya," kata dia.