Aduan Warga Meningkat, DPRD Bantul Revisi Perda Ketertiban Umum
DPRD Bantul mulai merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Masyarakat.
Driver ojek online mendatangi kantor Gojek di Makassar, Selasa (25/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, MAKASSAR—Aplikator ojek online Gojek terus kebanjiran mitra. Setelah Bandung, hari ini giliran pengemudi ojek online (ojol) Makassar yang berpindah ke operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.
Menurut pengakuan para driver, perpindahan itu akibat perusahaan Karya Anak Bangsa tersebut lebih banyak memberikan benefit daripada pesaingnya.
Menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mulsim Indonesia (UMI) Makassar Syamsuri Rahim mengatakan, fenomena perpindahan driver ke Gojek itu bukanlah sesuatu hal yang baru. "Itu masalah internal saja, bisa juga karena masalah kesejahteraan yang berbeda," kata Syamsuri, Selasa (25/6/2019).
Menurutnya, perilaku para pengojek online tersebut sangat sensitif dengan layanan dan kesejahteraan. Mereka, lanjut Syamsuri, akan selalu mencari perusahaan ojek online yang bisa memberikan layanan dan kesejahteraan lebih baik.
Seperti diketahui, salah satu belum lama ini, para driver ojek online Gojek sangat mengapresiasi langkah gerak cepat perusahaan itu dalam menanggapi laporan mitra drivernya yang mendadak pingsan saat mengantar konsumen.
Melalui Satgas Laka Gojek langsung merespon cepat sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan. Tidak hanya itu, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban. Langkah ini, menurut Ketua Forum Driver Ojek Online Indonesia Muhammad Rahman Tohir menjadi bukti bahwa Gojek memiliki tingkat kepedulian tinggi kepada mitranya. Dia mengapriasi bahwa langkah Gojek tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi adalah tindakan.
Melihat berbagai kejadian itu, Syamsuri menambahkan, operator transportasi berbasis aplikasi ini harus terus meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya.
Terkait dengan fenoma hijrahnya para driver ojol, Muhammad Rahman yang juga kerap dipanggil Cang Rahman mengatakan hal itu juga terkait dengan persoalan mereka yang merasa kesulitan dengan sistem pembayaran dari aplikator.
Menurut Cang Rahman, para driver lebih tertarik dengan sistem pembayaran Gojek. Dia mengungkapkan, pembayaran Gojek bisa diterima driver per hari. “Ini masalah teknis yang membuat teman-teman berbondong-bondong pindah ke Gojek,” katanya.
Cang Rahman berpendapat, teman-teman mitra driver juga merasa lebih aman bekerja dengan perusahaan yang dibangun oleh Nadiem Makarim tersebut. Seperti kasus driver mitra Go-car yang mengalami kejang-kejang beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.
“Ini juga yang bikin teman-teman driver salut. Mereka tentu lebih ingin bekerja, mencari penumpang dengan aman. Langkah Tim Satgas Laka Gojek yang bergerak cepat dan penanggungan uang pengobatan yang cepat tentunya kami apresiasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mulai merevisi Peraturan Daerah (Perda) No. 4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum Masyarakat.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.
Pengiriman PC global turun 21% pada kuartal III 2026. Lenovo masih memimpin, sedangkan Apple dan Asus mencatat kenaikan pangsa pasar.