Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Pengunjung menyaksikan Miniature & Railway Expo 2 di Plaza Ambarrukmo, Sabtu (29/29)./ Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Miniature bekerja sama dengan Plaza Ambarrukmo kembali menggelar Miniature and Railway Expo 2, di Hall A lantai II, mulai Jumat (28/6)–Minggu (30/6).
Ketua Jogja Miniature, Dwi Agung Permadi mengatakan event kedua ini mengangkat tema Creativity is Infinity yang berarti kreativitas manusia tidak pernah akan ada batasan umur, mulai dari belasan tahun hingga puluhan tahun. “Melalui komunitas Jogja Miniature, siapapun bisa menyalurkan kreativitasnya melalui kegiatan yang positif. Event ini merupakan wadah hasil kreativitas teman-teman di Jogja Miniature. Juga menjadi bukti kita mampu bersaing kreativitas dengan komunitas model di luar negeri,” ujar Dwi, Sabtu (29/6).
Pada event kali ini, Miniature and Railway Expo 2, menampilkan layout utama yang telah disempurnakan dengan bernuansa Eropa. Maskot kali ini menampilkan replika dari Stasiun Calw yang merupakan salah satu stasiun di jalur kereta api Hutan Hitam di Baden-Wurttemberg, Jerman yang menghubungkan kota kecil Stuttgart ke Calw, melewati kaki bukit Hutan Hitam yang dibuka secara bertahap antara 1868 dan 1872.
Dari Stasiun Calwer lama, Jerman, yang beroperasi hingga 1989, masih merupakan bangunan yang relatif besar dan prestisius. Bangunan sepanjang 66 meter ini sepenuhnya terbuat dari batu pasir merah. Sampai saat ini Stasiun Calw masih berdiri tetapi sudah berhenti beroperasi. Namun jakur kereta masih digunakan hingga kini.
Dalam prosesnya, untuk membuat layout dengan panjang 3,4x2 meter tersebut membutuhkan waktu selama empat bulan yang didesain ulang oleh salah satu pengurus dan juga perajin layout di Indonesia yaitu Chrisendy dan dibantu seluruh pengurus dan member Jogja Miniature. “Layout berikutnya mendapat support dari Indonesia 1/87 scale community yang mana menampilkan diorama sebuah kilang minyak dan suasana perdesaan yang langsung didatangkan dari Bandung, Jawa Barat dan Surakarta, Jawa Tengah,” ujarnya.
Karya Anggota
Selain menampilkan layout milik komunitas, event ini juga menampilkan karya, layout dan diorama dari para member dengan berbagai tema dari berbagai usia. Mulai dari bangku SMP, SMA hingga senior. Selain layout, ada pula contoh produksi pembuatan part atau bagian dari miniatur dengan printer tiga dimensi secara langsung. Pada event ini skala yang diusung cukup bervariasi, mulai dari skala 0,H0, H0e, serta N.
Pada puncak acara Sabtu (29/6) pukul 19.00 WIB dilaksanakan talk show dengan tema Railway History Talk Show dengan narasumber Hari Kurnia atau Hari Hao Hao, dan Yoga Bagus Cokroprawiro yang nerupakan pengamat dan pemerhati sejarah perkeretaapian di Indonesia yang dimoderatori oleh Diaz Radiyo yang merupakan seorang penulis buku serta antropolog.
“Melalui event Miniature and Railway Expo 2 diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat serta menjalin anggota baru yang ingin memulai berhobi miniatur di Indonesia khususnya di Jogja agar mengembangkan kreativitas dalam hal yang positif serta mendapat wawasan mengenai miniatur yang dapat dituangkan dalam sebuah diorama atau layout,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Prakiraan cuaca DIY hari ini Kamis 21 Mei 2026, Kota Jogja, Sleman, dan Bantul berpotensi diguyur hujan petir.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Kamis 21 Mei 2026 lengkap rute Tugu Jogja–YIA dan tarif terbaru Rp50.000.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Qhomemart Ring Road Timur mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Menjadi Pemuda di Zaman Tak Mudah