Hotel Berbintang Panen di Musim Libur Sekolah

Hotel Berbintang Panen di Musim Libur SekolahIlustrasi hotel - JIBI
09 Juli 2019 08:57 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Musim liburan sekolah menjadi momentum yang menggembirakan bagi perhotelan di DIY. Okupansi hotel berbintang pun mencapai 90%-100%.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab M Danunagoro mengatakan meningkatnya okupansi hotel merupakan dampak dari masih berlangsungnya libur sekolah, berbagai event di DIY seperti Prambanan Jazz, FKY, dan pendaftaran masuk universitas. "Bisa dilihat juga bahwa sekarang ini masih macet karena banyak yang membawa kendaraan sendiri dengan adanya tol. Hunian hotel juga penuh," terang dia, Senin (8/7).

Ia mengungkapkan rata-rata hotel bintang tiga, empat, dan lima menunjukkan okupansi yang tinggi baik berada di ring satu, dua, maupun tiga. Kalaupun ada kamar kosong, itupun kamar suite. Ia mengakui saat ini banyak tamu yang kesulitan mendapatkan kamar di hotel berbintang. "Hotel bintang yang menjadi anggota PHRI ada sekitar 300. Rata-rata penuh. Kalaupun enggak penuh ya tinggal kamar suite saja," jelas dia.

Ia mengungkapkan Juli merupakan masa high season setiap tahunnya. Namun, kondisi okupansi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Okupansi pada tahun lalu untuk periode yang sama sekitar 75%. Kondisi saai ini menunjukkan peningkatan yang memuaskan. "DIY masih memiliki daya pikat luar biasa untuk wisatawan. Kami harap para tamu akan memperpanjang masa tinggal dan datang kembali ke DIY," jelas dia.

Okupansi hotel di DIY mulai mengalami kenaikan seusai Lebaran. Istidjab mengatakan pada Ramadan justru okupansi mengalami penurunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Mei 2019 tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang sebesar 34,69%. Artinya ada penurunan 28,06 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya yang tercatat 62,75%. Sementara, TPK hotel nonbintang sebesar 19,68%, mengalami penurunan sebesar 11,04 poin dibandingkan TPK Bulan April 2019. "Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Mei 2019 mencapai angka 1,69 hari dan hotel nonbintang mencapai 1,48 hari," jelas Kepala BPS DIY JB Priyono.

Adventa Pramushanti, Public Relations Manager Hotel Tentrem Yogyakarta mengaku dampak musim liburan sekolah dan adanya berbagai event di DIY juga berpengaruh pada okupansi Hotel Tentrem Yogyakarta. "Dampaknya luar biasa untuk hotel ini," kata dia.

Ia menyebutkan pada Lebaran 2019 ini, kondisi okupansi berbeda dengan tahun lalu. Biasanya, dalam sepekan pada masa Lebaran, okupansi mencapai puncaknya. Setelah itu, tren okupansi menurun, kemudian kembali stabil di minggu ketiga sampai satu bulan sesudah Lebaran.

"Tahun ini, sangat berbeda karena setelah Lebaran tingkat hunian masih bagus hingga hari ini. Bulan Juni 2019, okupansi cukup baik, rata-rata tingkat hunian di 87 persen. Sedangkan tahun lalu, masih di angka 80-an persen. Sampai hari ini, tingkat hunian masih cukup bagus. Bulan Juli ini, rata-rata okupansi masih diatas 75 persen," jelas dia.

Theodora, Marketing Communication & E-Commerce Hotel Santika Premiere Jogja mengungkapkan kondisi okupansi masa libur sekolah kali ini sangat memuaskan. "Kalau bulan ini tingkat penghunian kamar di Santika Premiere Jogja sekitar 95 persen," jelas dia.