Okupansi Hotel di Jogja Diprediksi Menurun, Ini Penyebabnya

Okupansi Hotel di Jogja Diprediksi Menurun, Ini Penyebabnya Ilustrasi hotel - JIBI
07 Agustus 2019 07:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sempat mengalami kenaikan okupansi pada Juni dan Juli, pada Agustus ini okupansi hotel di DIY diprediksi kembali mengalami penurunan.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2019, tertinggi tercatat di DIY sebesar 64,31%, diikuti Sulawesi Utara sebesar 60,48%, dan Bali 60,37%. “Juni juli baik [okupansi], tetapi Agustus ini tajam turunnya, nonbintang berkisar 20 persen-25 persen dan bintang 30 persen-50 persen,” kata Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Selasa (6/8).

Deddy kurang mengetahui pasti penyebab turunnya jumlah wisatawan pada Agustus ini, tetapi diperkirakan karena uang untuk berwisata, masih difokuskan untuk kebutuhan sekolah atau kuliah serta kurban. “Ini analisa tahun-tahun kemarin bila masuk ajaran baru dan kurban [Hari Raya Iduladha] pasti drop terutama domestik,” katanya.

Diungkapkan Deddy untuk wisatawan mancanegara (wisman), mulai Juli hingga Oktober terutama wisman dari Eropa mulai naik. Sementara untuk domestik diprediksi baru pada Oktober nanti akan naik.

Deddy juga mengharapkan kaitannya masalah tiket pesawat low cost carrier (LCC), yang sempat beberapa waktu lalu diwacanakan agar tidak hanya terbatas hari dan jam tertentu saja, diharapkan segera terealisasi. Ia mengatakan masalah tiket pesawat sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan.

Kepala BPS DIY, Johanes De Britto Priyono mengatakan TPK hotel bintang di DIY pada Juni 2019 rata-rata 64,31% itu naik 29,62 poin dibandingkan TPK Mei 2019  yang sebesar 34,69%. Sedangkan, jika dibanding dengan TPK Juni 2018 yang tercatat  50,06%, TPK Juni 2019 mengalami kenaikan sebesar 14,25 poin. TPK tertinggi  pada Juni 2019 tercatat pada hotel bintang tiga yang mencapai 67,79%, dan TPK terendah tercatat pada hotel bintang satu yaitu sebesar 43,79%.