BPS DIY Mulai Sosialisasikan Sensus Online, Apa yang Beda?

BPS DIY Mulai Sosialisasikan Sensus Online, Apa yang Beda?Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono (kanan) saat memaparkan perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi November, di Kantor BPS DIY, Senin (2/12)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
07 Desember 2019 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mulai mensosialisasikan rencana sensus penduduk 2020. Berbeda dengan sensus sebelumnya, sistem online akan diberlakukan tahun depan.

Kepala BPS DIY, Heru Margono mengatakan pencacahan atau collecting data dilakukan dengan tiga jenis. “Pertama, Computer Aided Web Interviewing (CAWI) artinya responden bisa mengisi sendiri, mendaftar di web yang telah kami sediakan,” ucap Heru, Jumat (6/12).

Untuk CAWI akan diadakan pada 15 Februari–31 Maret 2020. Kemudian kedua Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) yang merupakan pendataan online dibantu oleh petugas menggunakan gawai, sekaligus dilakukannya suatu wawancara. CAPI ini dilakukan pada 1 Juli–31 Juli 2020. Sosialisasi di sekolah maupun universitas pun telah dilakukan.

Mengingat belum semua tersentuh teknologi dan Internet, dikatakan Heru cara lama dengan didatangi petugas pun masih akan dilakukan. Termasuk bagi masyarakat umum yang tidak melakukan pengisian data secara online. “Masih ada PAPI [Pencil and Paper Interviewing] biasa masih konvensional. Pada prinsipnya jangan ada yang tertinggal atau tidak terdata,” ucapnya.

Heru juga mengungkapkan untuk sensus yang ketujuh pada 2020 nanti, akan menggunakan juga data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan menggunakan data KTP elektronik. Metode kombinasi antara menggunakan data Disdukcapil serta pencacahan BPS.

Penggunaan sistem online yang mana masyarakat dituntut lebih aktif mandiri mengisi data juga menjadi tantangan tersendiri bagi BPS. Sebenarnya menurut Heru dengan sistem online ini masyarakat akan lebih dimudahkan, karena bisa mengisi data sesuai waktu senggang mereka.

Pada dasarnya sensus ini nantinya penting, untuk mengambil kebijakan dengan data statistik yang dihasilkan. Diharapkannya masyarakat juga mendukung dan turut berpartisipasi aktif.