KEPALA BPS DIY: Menjaga Independensi Badan Pusat Statistik

KEPALA BPS DIY: Menjaga Independensi Badan Pusat StatistikHeru Margono/ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
17 Desember 2019 12:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan tahun bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) dan sempat menempati sejumlah posisi jabatan, Kepala BPS DIY, Heru Margono ingin selalu menjaga independensi BPS, dan ingin meningkatkan kualitas dari BPS terkhusus BPS DIY.

Heru mengawali kariernya di BPS setelah menyelesaikan pendidikannya di Akademi Ilmu Statistik, Jakarta. Semula, dia banyak berkutat pada bagian neraca, kemudian sejumlah posisi pernah ia jalani. Sembari menjalani karier, Heru juga sempat melanjutkan pendidikan S2 di Universitity of Guelph, Ontario, Canada serta S3 di Southern Illinois University Carbondale, Illinois, Amerika Serikat (AS).

Pria yang juga menjadi pengajar di Universitas Islam Jakarta, di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, Jakarta, dan sempat mengajar di Universitas Indonesia tersebut, memegang sejumlah kunci sukses prinsip dalam bekerja. “Kunci sukses kerja keras profesional dan juga terus mengasah diri, karena tantangan semakin besar saat ini, zaman semakin berkembang. Kalau tidak meningkatkan kapasitas pasti akan tertinggal. Tidak harus secara formal sebenarnya, karena saat ini sudah ada Internet yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri,” kata Heru, Jumat (6/12).

Sebelum menjadi Kepala BPS DIY, Heru menceritakan juga pernah menjabat sebagai Kepala BPS Kota Administrasi Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Dari situ ia menceritakan banyak pengalaman di lapangan yang ia dapatkan dan merasakan betapa sulitnya mencari data. Padahal data tersebut sangat penting bagi masyarakat nantinya. “Disadari bahwa data yang berkualitas bagus sangat diperlukan dan menentukan arah kebijakan pembangunan,” ucap pria yang memiliki hobi membaca itu.

Ia menyadari perjalanan kariernya tidak terlepas dari suka duka. Heru mengaku akan senang jika data yang telah dihasilkan oleh BPS tersebut dipakai dan dipercaya oleh masyarakat sehingga kerja yang telah dilakukan terasa tidak sia-sia. “Dukanya ya mencari data itu sangat sulit, sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir memberikan datanya, karena kami telah menjamin keamanan, tidak akan disalahgunakan,” katanya.

 

Meningkatkan Kualitas

Heru yang baru menjabat selama tiga bulan sebagai Kepala BPS DIY tersebut memiliki sejumlah misi. Pertama, mendorong peningkatan kualitas data. Menurut dia, saat ini kualitas data di DIY sudah cukup bagus tetapi disadarinya tantangan ke depan juga semakin berat sehingga perlu peningkatan kualitas.

Kedua kami ingin menghasilkan data yang semakin pendek rentangnya. Data bagus, valid akuntabel, tetapi kedaluwarsa buat apa juga. Itu tidak mudah, perlu berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya,” ujarnya.

Pria kelahiran Solo, 58 tahun silam itu mengungkapkan dalam bekerja BPS juga menjamin independensinya. “Hasil yang kami keluarkan sebagai potret kondisi, jangan berharap bagus semua. Data tersebut mencerminkan suatu kondisi, bukan berarti jelek, tetapi itu potret kondisi saat ini. Kalau kondisi belum bagus, sebagai intropeksi diri,” katanya.

Dia mengatakan data BPS dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu dia terbuka untuk memberikan metadata. BPS dikatakannya dalam bekerja juga berpedoman pada standar yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).