Advertisement
Badai Berlalu, Perbankan Segera Genjot Kinerja
Ilustrasi pengunjung melintas didepan mesin anjungan tunai mandiri (ATM). - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Industri perbankan optimistis dapat mendorong kinerja setelah virus Corona berakhir. Selama dua bulan pertama 2020, laba yang diterima belum cukup menggembirakan.
PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan perolehan laba hingga Februari 2020 sebesar Rp4,334 triliun atau tumbuh 13,7% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Kredit juga masih tumbuh baik secara yoy yakni sebesar 8,6% pada Februari 2020 menjadi Rp574,898 triliun.
Advertisement
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan sejak Februari 2020, bank sudah merasakan dampak negatif dari Covid-19. Kondisi tersebut akan berlanjut pada periode berikutnya jika Covid-19 belum berakhir.
Meskipun demikian, Bank BCA mengaku tetap optimistis menggenjot kinerja setelah Covid-19 berakhir. Hanya, dia belum mau menyebutkan langkah-langkah yang nantinya akan disiapkan. "Habis badai pasti normal kembali, dulu terjadi tsunami di Aceh, Bom di Bali, rusuh 98 semua normal kembali kan. Langkahnya nanti saja, tidak tahu kapan selesainya," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (8/4).
Laba Turun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil meraup laba sebesar Rp4,761 triliun pada 2020 atau naik 107,45% dibandingkan bulan sebelumnya. Hanya, apabila dilihat pada tahun sebelumnya, perolehan laba tersebut sebetulnya menurun 9,18% dari perolehan Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp5,242 triliun. Meskipun laba menurun, kredit Bank Mandiri tetap bertumbuh sebesar 10,66% pada Februari 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy) menjadi Rp766,764 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan kinerja Februari 2020 sebetulnya masih tergolong baik dan on the track dengan didorong oleh peningkatan fee based income dan pengendalian biaya.
Bahkan, dinilai kinerja Maret 2020 masih cukup bagus dan belum terkena dampak mendalam dari Covid-19. Hanya, memang, pada Maret 2020, permintaan kredit mulai menurun. Hingga saat ini, Bank Mandiri baru mengeluarkan laporan bulanan per Februari 2020.
Menurutnya, likuiditas juga masih terjaga hingga saat ini sehingga dipastikan saat Covid-19 berakhir, Bank Mandiri akan mendorong kinerja sesuai dengan corporate plan. "Maret masih belum terasa impact. Ini masih kita jalani di April ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Sabtu 21 Februari 2026
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR BI Dibuka 26 Februari 2026
- Update Harga Emas Batangan 20 Februari 2026: UBS & Galeri24 Naik
- Disperindag DIY Gelar 3 Pasar Murah, Sediakan 14 Ton Bapok Per Lokasi
- KAI Daop 6 Larang Ngabuburit di Rel, Ancaman 3 Bulan Penjara
- Indonesia Tak Bisa Tarik Pajak Digital Perusahaan AS, Ini Sebabnya
- Manipulasi Saham IMPC, OJK Denda Pelaku Rp5,7 Miliar
- Hotel Tentrem Jogja Sajikan Menu Khas Banjarmasin saat Ramadan
Advertisement
Advertisement







