PIP Gandeng Baznas Kawal Usaha Mikro

PIP Gandeng Baznas Kawal Usaha MikroDirektur Hukum dan Manajemen Risiko Pusat Investasi Pemerintah, Ari Saputro (kedua dari kiri) didampingi Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DPJB) DIY, Heru Pudyo Nugroho (kiri) menyerahkan bantuan di BMT Bina Ihsanul Fikri, Selasa (16/6). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo\\n\\n
16 Juni 2020 15:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggalang dana dari masyarakat untuk membantu usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan paket logistik dilakukan secara bertahap. Setelah sebelumnya dilakukan di Bandung, Jawa Barat, kali ini daerah yang jadi sasaran adalah DIY. Selain kedua daerah itu, rencana pemberian bantuan ini akan dilakukan di wilayah lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Lampung.

Dari hasil penggalangan dana yang dilakukan sampai akhir Mei 2020, donasi yang terkumpul mencapai Rp322,2 juta yang akan diberikan kepada 1.251 pelaku usaha mikro yang terdampak, terutama yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat ini untuk wilayah DIY diberikan kepada beberapa debitur Koperasi BMT Bina Ihsanul Fikri dan BMT Mitra Usaha Mulia.

Direktur Hukum dan Manajemen Risiko Pusat Investasi Pemerintah, Ari Saputro mengatakan dampak dari pandemi yang begitu luas termasuk kepada para pelaku usaha mikro telah menggerakkan banyak pihak untuk turut membantu. “Termasuk PIP sebagai Badan Layanan Umum pengelola dana pembiayaan usaha mikro merasa perlu menginisiasi kerja sama dengan Baznas untuk membantu para debitur yang terdampak melalui penggalangan dana,” ucapnya, Selasa (16/6/2020).

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DPJB) DIY, Heru Pudyo Nugroho mengatakan para pelaku UMKM di DIY saat ini sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 terutama UMKM pendukung sektor pariwisata karena selama pandemic wisatawan yang datang ke DIY turun drastis.

Setidaknya ada 70% pelaku UMKM yang bergerak di sektor pariwisata terdampak Covid-19. “Banyak dari pelaku UMKM yang kemudian menghentikan usahanya atau beralih usaha untuk menyambung hidup. Ini membutuhkan perhatian pemerintah dan juga masyarakat yang mampu, untuk membantu mereka agar bertahan dari keterpurukan lebih jauh,” ujarnya.

Perwakilan Baznas Tanggap Bencana DIY, Agus Sunarto mengatakan kerja sama dengan PIP dalam pengumpulan dan penyaluran donasi bagi usaha mikro yang terdampak Covid-19 sejalan dengan misi Baznas.

Penggalangan dana yang dilakukan ini menggunakan dua skema. “Pertama, dalam bentuk infak dan sedekah. Kedua, donasi dalam bentuk zakat. Kedua skema itu dikonversi dalam bentuk paket logistik yang berisikan bahan pangan,” ujarnya.