Pemda-Bulog Terus Jaga Stok Pangan Jelang New Normal

Pemda-Bulog Terus Jaga Stok Pangan Jelang New NormalTumpukan karung beras memenuhi kios salah satu pedagang beras di Pasar Wates pada Jumat (20/3/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
25 Juni 2020 23:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY dan Bulog Divre DIY, mencoba menjaga ketersediaan, dan keterjangkauan pangan menjelang new normal. 

Kepala Bidang Perdagangan dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan di masa pandemi Covid-19 hingga menjelang new normal saat ini, Disperindag DIY berusaha menjaga ketahanan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dan ketersediaan bahan pokok.

“Langkah menghadapi Covid-19 adalah melakukan operasi pasar murni [OPM] beras dipusatkan di kabupaten/kota dengan target sebanyak 100 ton. Ada juga operasi komoditas lainnya, mulai dari tepung terigu gula pasir, minyak goreng dan telur sebanyak 50.000 paket, dan operasi gula pasir sebanyak 200 ton,” ucap Yanto, dalam webinar bertajuk Menjaga Ketersediaan, Keterjangkauan dan Stabilitas Pangan dalam Menghadapi New Normal, Kamis (25/6/2020).

Selain itu juga melakukan pengawasan serta mengamankan seluruh barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dengan memantau dan memonitor harga bahan pokok di tingkat pedagang pasar setiap hari.

Disperindag DIY juga mengimbau para pedagang dan distributor agar melakukan buffer stock agar tidak terjadi kelangkaan barang.

Kepala Bidang Komersil Bulog Divre DIY, Sony Supriadi mengatakan pada masa pandemi Covid-19 pola masyarakat berbelanja mengalami perubahan. “Banyak masyarakat cenderung tidak keluar rumah, sehingga mereka berusaha dengan berbelanja daring,” ucap Sony.

Sony mengatakan Bulog juga telah berusaha memudahkan jangkauan masyarakat untuk memperoleh bahan pokok, salah satunya adalah jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). “Ada juga Bude Giyo atau Bulog Delivery Dugi Griya, dan iPangandotcom,” ucapnya.