Penerimaan Bea Cukai Jogja di Semester I Capai 60,07% dari Target Tahunan

Penerimaan Bea Cukai Jogja di Semester I Capai 60,07% dari Target TahunanIlustrasi. - Ist/ Dok Bea Cukai Yogyakarta
05 Agustus 2020 05:17 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pada tahun 2020 ini, penerimaan negara yang harus dikumpulkan oleh Bea Cukai Yogyakarta sebesar Rp337.171.016.000. Nilai tersebut didominasi oleh target penerimaan dari sektor cukai sebesar Rp328.821.016.000, sedangkan dari Bea Masuk ditargetkan sebesar Rp8.350.000.000.

Pada Semester I (periode 1 Juni – 30 Juni 2020), penerimaan sektor Kepabeanan dan Cukai Bea Cukai Yogyakarta telah mencapai Rp202.543.585.253 atau 60,07% dari target tahunan yang dibebankan.

Baca juga: BPD DIY Sosialisasi KUR untuk NU & Muhammadiyah

Capaian masing-masing sektor adalah sebagai berikut, Penerimaan Kepabeanan sebesar Rp3.502.657.518 dan Penerimaan Cukai sebesar Rp198.920.878.360. Nilai dari sektor cukai masih didominasi penerimaan Hasil Tembakau, yaitu sebesar Rp195.040.878.360.

“Dengan memikul target penerimaan yang tinggi dan dalam kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap industri, tidak menyurutkan KPPBC TMP B Yogyakarta untuk tetap maksimal memberikan layanan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky T.P. Aritonang, dalam rilisnya yang diterima Harianjogja.com, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Penghasilan 63 Persen Driver Gojek Anjlok Selama Covid-19

Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kegiatan ekspor pada Perusahaan Kawasan Berikat di DIY. Salah satunya adalah PT Maesindo Indonesia yang berlokasi di Kasihan, Bantul masih rutin melakukan kegiatan eskpor Alat Pelindung Diri (APD) dengan nilai barang (FOB) sekali ekspor yang dilakukan mencapai Rp1 Miliar atau senilai 70.000 USD.

Kemudian PT Busana Remaja Agracipta yang baru saja melakukan pengiriman 27.396 pcs underwear dengan nilai ekspor mencapai lebih dari Rp1,6 Miliar. “Bahkan pada awal Juli lalu, PT Ameya Livingstyle Indonesia mengekspor pakaian wanita dengan nilai (FOB) 300.000 USD atau sekitar Rp4,2 miliar,” tambah Hengky.