Ada Pandemi Corona, Koperasi di Sleman Berikan Penundaan Angsuran

Ada Pandemi Corona, Koperasi di Sleman Berikan Penundaan AngsuranIlustrasi. - Freepik
11 Agustus 2020 04:17 WIB Lajeng Padmaratri Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pandemi Covid-19 membuat koperasi di Kabupaten Sleman memberikan kebijakan penundaan angsuran kepada anggota. Hal ini dilakukan sebagai langkah adaptasi di tengah pandemi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Pustopo menuturkan ada kecenderungan kas koperasi di masa pandemi ini berkurang. Namun, supaya bisa bertahan, sejumlah koperasi simpan pinjam menjalankan kebijakannya masing-masing.

Baca juga: Telaten Sulap Kayu jadi Tas Unik, Pria Ini Raup Omzet Rp30 Juta per Bulan

"Ada yang memberikan penundaan, misalnya sekarang tidak perlu menggangsur tapi jadwalnya mundur, itu ada. Macam-macam kebijakannya," kata Pustopo ketika dihubungi pada Senin (10/8/2020).

Di Sleman, kata dia, ada 410 koperasi baik primer maupun sekunder. Mayoritas jenisnya ialah koperasi simpan pinjam. "Memang cashflow agak terganggu," kata dia.

Untuk membantu jalannya operasional koperasi, Pemkab Sleman memberikan pengucuran dana dengan penguatan modal untuk membantu kas koperasi. "Besarannya macam-macam menyesuaikan kebutuhan, ada Rp100.000, Rp200.000, hingga Rp800.000 sebagai pinjaman lunak," tuturnya.

Baca juga: 100 Desa Dikembangkan untuk Berinovasi Teknologi

Bantuan dari Pemkab Sleman juga berupa dukungan untuk pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yaitu fasilitasi rapat daring dan pembuatan laporan keuangan dengan konsultasi ke Diskop UMKM. Menurutnya, koperasi di Sleman cukup aktif menyelenggarakan RAT. Hingga saat ini hanya 30% koperasi yang belum melaksanakan RAT.

Sebelumnya, kebijakan penundaan angsuran juga dilakukan oleh BMT Beringharjo. Ketua Pengurus BMT Beringharjo, Mursida Rambe mengatakan sejumlah keringanan ia berikan, seperti relaksasi, penundaan pembayaran, dan penambahan modal pada pelaku UMKM.

"Kami tidak khawatir menyalurkan kredit di masa pandemi ini selama dilakukan analisa selektif, karena ini uang amanah orang banyak, tidak bisa semua orang datang langsung pinjem, tidak. Kami analisa, uang ini aman nggak untuk usahanya," kata Mursida.

Diakuinya, penyaluran kredit sempat menurun. Namun, kini geliat untuk bangkit mulai terlihat. "Memang belum terlalu menggeliat, tapi denyutnya sudah terasa, cuma belum normal," ujarnya.