Gerakkan Ekonomi, Alfamidi Jogja Salurkan 10 Gerobak bagi UMKM

Gerakkan Ekonomi, Alfamidi Jogja Salurkan 10 Gerobak bagi UMKMAlfamidi memberikan bantuan gerobak bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). - Istimewa
21 Agustus 2020 12:07 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, PT Midi Utama Indonesia, sebagai pemilik jaringan toko jejaring Alfamidi memberikan bantuan gerobak bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Corporate Communication Manager Alfamidi Arif L. Nursandi mengatakan gerobak tersebut merupakan bagian dari donasi konsumen Alfamidi yang dikelola oleh Indonesian Dakwah Fund Majelis Ulama Indonesia (IDF-MUI). Untuk wilayah DIY dan Jateng, pihaknya menyasar 10 pelaku UMKM. "Selain untuk menggerakkan ekonomi masyarakat selama masa pandemi Covid-19, ini kami gulirkan agar donasi yang dihimpun dari masyarakat bisa kembali lagi dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya, Selasa (18/8/2020).

Dia menjelaskan, program tersebut diluncurkan sejak 3 Agustus lalu di kota-kota yang memiliki gerai Alfamidi. Hingga kini, katanya, sekitar 89 unit gerobak yang dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM. "Secara bertahap, kami mentargetkan lebih dari 300 gerobak yang akan kami sebar di seluruh Indonesia," katanya.

Para penerima manfaat gerobak tersebut, katanya, diperoleh melalui proses seleksi. Gerobak yang diterima oleh penerima manfaat, katanya, selain didesain kekinian juga dilengkapi dengan peralatan memasak. Bahkan penerima program juga mendapatkan modal awal sebesar Rp300.000.

Para penerima manfaat juga mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari IDF-MUI. Agar memunculkan rasa kepemilikan dan memupuk rasa tanggung jawab, pihaknya juga menerapkan sistem sewa lahan di Alfamidi dengan tarif khusus. "Biaya sewa untuk bulan pertama hingga keempat lebih dulu ditanggung oleh IDF-MUI," katanya.

Sistemnya para pelaku usaha bebas bayar sewa di bulan pertama kemudian di bulan kedua hanya membayar sewa 25%. Di bulan ketiga, mereka hanya membayar 50%, bulan keempat 75% dan di bulan kelima para pelaku usaha membayar sewa secara penuh ke Alfamidi.

"Pembayaran sewa untuk bulan kedua hingga keempat diberikan kepada IDF-MUI untuk biaya operasional pendamping penerima manfaat," katanya.

Ke depan, pihaknya akan mendorong para pelaku usaha bisa menambah gerobak dengan modal sendiri agar mereka mampu mengembangkan usahanya. "Program ini merupakan cara Alfamidi dan IDF MUI untuk membantu UMKM lokal agar bisa bertahan dan memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19," katanya. (*)