Sempat Sepi Akibat Pandemi, Penjualan Bibit Ikan Kembali Normal

Sempat Sepi Akibat Pandemi, Penjualan Bibit Ikan Kembali NormalPenjualan bibit ikan di sentra pembibitan ikan air tawar di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, kembali normal. - ANTARA/Heru Suyitno
24 Maret 2021 23:27 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Akibat pandemi Coid-19, penjualan bibit ikan di sentra pembibitan ikan air tawar Desa Ngrajek, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sempat sepi. Namun, kini transaksi kembali normal.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Mitra Tirta Reksa Ngrajek II, Arif Mushodiq di Magelang, Rabu (24/3/2021), mengatakan pada awal pandemi penjualan bibit ikan sempat sepi, tetapi memasuki musim hujan permintaan mulai bergeliat dan kini kembali normal.

Menurut dia petani sempat kebingungan karena stok bibit banyak, sedangkan pembeli tidak ada. Namun, memasuki pertengahan musim hujan penjualan bibit ikan mulai normal kembali.

Baca juga: Sebanyak 4.305 Kecamatan Bakal Punya Akses Internet Tetap

Ia menyebutkan di Dusun Ngrajek II anggota kelompok pembudidaya ikan ada 14 orang. Mereka menjual bibit ikan, antara lain nila, gurami, patin, lele, dan bawal.

Harga bibit nila merah usia 22 sampai 28 hari berkisar Rp85 sampai Rp100 per ekor, kemudian bibit bawal usia 2,5 bulan Rp350 sampai Rp500 per ekor. Kemudian bibit lele usia 2 bulan Rp250 sampai Rp400 per ekor, dan bibit gurami usia 3 bulan Rp4.000 hingga Rp6.000 per ekor.

Baca juga: Merokok Sembarangan di Jogja, Siap-Siap Fotonya Viral

Menurut dia masalah yang dihadapi para pembudidaya ikan saat ini harga pakan ikan yang naik, sedangkan harga jual bibit ikan tetap.

Pebudidaya ikan yang lain Nur Septian mengatakan penjualan bibit ikan, antara lain ke Jogja, Klaten, dan Solo.

Pada saat pandemi penjualan bibit ikan secara daring (online) mengalami peningkatan. Mereka yang membeli secara daring merupakan pembudidaya ikan yang tengah merintis.

Sumber : Antara