Advertisement

Airlangga Nilai Nilai Tukar Rupiah Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

Newswire
Senin, 22 April 2024 - 20:47 WIB
Mediani Dyah Natalia
Airlangga Nilai Nilai Tukar Rupiah Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid, di Paiton, Probolinggo, Rabu (14/9/2022) - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pelemahan nilai tukar rupiah lebih baik di bandingan mata uang lain dari berbagai negara maju.

Dia memaparkan saat ini rupiah terdepresiasi 5,16% year to date (ytd) atau berada di level Rp16.235. Sedangkan depresiasi juga dialami mata uang negara lain seperti Dolar Taiwan (5,95%), Won Korea Selatan (6,62%), Bhat Thailand (7,78%), serta Yen Jepang (8,83%).

Advertisement

"Jadi Indonesia relatif fundamental cukup bagus," kata Menko Airlangga di Jakarta, Senin (22/4/2024).

Resiliensi perekonomian Indonesia juga tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat lebih baik di bandingkan indeks saham lainnya.

Pada penutupan Senin, IHSG ditutup melemah 13,50 poin atau 0,19 persen ke posisi 7.073,81.

"Walaupun turun sedikit ke 7.072, namun lebih baik dari Hong Kong dan Thailand. Hong Kong minus 3,14, Thailand minus 4,78," tuturnya.

Baca Juga

Nilai Tukar Rupiah Remuk Rp16.200 per Dolar AS, Ini Kata Gubernur Bank Indonesia

Rupiah Menguat Setelah BPS Rilis Data Inflasi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (20/2/2024) Berpeluang Turun, Ini Penyebabnya

Selain itu, obligasi Indonesia juga menunjukkan peningkatan dari 645 persen ke 702 persen.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan neraca perdagangan Indonesia turut mengalami surplus positif di angka Rp4,47 miliar per Maret 2024.

Hal itu berarti Indonesia mengalami surplus beruntun 47 bulan berturut-turut. Dari segi stabilitas makro, dia juga menilai inflasi di bulan Maret 2024 yang tercatat sebesar 3,05 persen secara tahunan (yoy) masih di dalam rentang 2,5 persen plus minus 1.

Berbagai lembaga pemeringkat juga telah memberikan peringkat yang positif bagi Indonesia. Contohnya Lembaga Pemerintah Moody's yang mempertahankan Sovereign Credit Rating (SCR) atau rating kredit Indonesia pada peringkat Baa2, satu tingkat di atas investment grade dengan outlook stabil pada 16 April 2024.

"Moodys, JCR (rating) tetap relatif baik dan juga kepercayaan konsumen relatif tinggi dengan penjualan eceran tumbuh 3,5 persen yoy," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Siapkan Program Pompanisasi di Daerah Pertanian Kering

Bantul
| Sabtu, 25 Mei 2024, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement