DIY Didorong menjadi Pusat Perdagangan Kawasan Selatan

DIY Didorong menjadi Pusat Perdagangan Kawasan SelatanYogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
19 Mei 2021 16:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DIY mendukung DIY sebagai pusat perdagangan. Dukungan itu muncul saat diskusi terbatas Bidang Perdagangan dan Promosi Kadin DIY 2020-2025 dengan topik DIY Sebagai Pusat Perdagangan, khususnya di wilayah DIY dan Jawa Tengah Selatan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di University Club (UC) UGM Yogyakarta, Senin (17/5/2021).

Diskusi tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan & Promosi kadin Rachmad Gunadi serta anggota Komite Tetap Ferry Pribadi dan Rachmad Hidayat. Hadir pula Penasihat Kadin DIY, Heri Dendy, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Robby Kusumaharta, serta anggota Komite Tetap, Y. Sri Susilo dan Tim Apriyanto.

BACA JUGA: Ini 5 Negara yang Segera Bebas Masker, Ada Israel

Ide DIY sebagai pusat perdagangan bagi wilayah DIY dan Jawa Tengah selatan sebenarnya sudah digulirkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X beberapa tahun yang lalu. “Ide tersebut harus diangkat kembali oleh Pengurus Kadin DIY 2020-2025 khususnya Bidang Perdagangan dan Promosi,” ujar Robby Kusumaharta.

Potensi DIY sebagai pusat perdagangan cukup besar, apalagi sekarang didukung oleh fasilitas Bandara YIA. “Jika Bandara YIA dapat dimanfaatkan secara optimal maka realisasi ide Gubernur tersebut semakin dekat untuk direalisasikan,” ujar Robby.

Pusat perdagangan juga membutuhkan fasilitas griya niaga (trading house) dan inkubator bisnis. “Pembangunan griya niaga dan pengembangan inkubator bisnis menjadi faktor pendukung untuk terwujudnya pusat perdagangan,” ucap Heri Dendy.

Faktor lain untuk mendukung terwujudnya DIY sebagai pusat perdagangan adalah tersedianya pusat-pusat pertokoan mal, posisi strategis DIY, dan fasilitas jalan tol serta jalan lintas selatan yang sedang dan akan dibangun. “Dengan adanya jalan tol dan jalan lintas selatan nantinya dapat menghubungkan Jateng selatan bagian barat serta Jateng selatan bagian timur yang melewati DIY sehingga beberapa kota di wilayah tersebut dapat terkoneksi dengan transportasi dengan lebih cepat dan lancar,” ujar Rachmad Gunadi.

Gunadi menambahkan program kerja untuk mendukung DIY sebagai pusat pertumbuhan merupakan yang lebih bersifat jangka menengah dan panjang. Program kerja jangka pendek fokus pada promosi produk-produk unggulan dan UMKM DIY untuk pasar domestik dan ekspor. Menurut Gunadi, agar program tersebut lebih optimal maka akan dikoordinasikan dengan program  sejenis yang dilakukan oleh Pemda DIY maupun Pemkot/Pemkab di wilayah DIY.

Anggota Komite Tetap Kadin DIY, Y. Sri Susilo menambahkan dalam kondisi pandemi seperti saat ini aktivitas perdagangan berkurang, namun tidak mati. Menurutnya pada saat pandemi dapat diatasi, bersamaan dengan itu jalan tol (Solo-Jogja/Bandara YIA-Semarang) dan (Solo-Jogja/Bandara YIA-Cilacap) secara bertahap akan selesai. “Maka ide pusat perdagangan merupakan program jangka menengah/ panjang),” ucapnya.