Advertisement
Harga Properti Tahun Ini Tak Ada Penurunan
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Realestat Indonesia (REI) menegaskan tak ada penurunan harga properti. Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menuturkan saat ini harga properti tetap dan developer tidak pernah menurunkan harga.
"Kalau harga hunian itu turun karena ada stimulus dan juga ada kemudahan pembayaran sehingga harga hunian jadi turun," ujarnya kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Rabu (26/5/2021).
Advertisement
Dia menuturkan juga tidak ada kenaikan harga properti pasca-relaksasi sektor properti oleh pemerintah.
"Tidak, tidak ada kenaikan harga, saya sudah konfirmasi ke pengembang tidak ada yang menaikkan harga, karena kita diberi relaksasi untuk mendorong cash flow kita sehingga efek domino berjalan," ucapnya.
Relaksasi yang diberikan pemerintah berdampak pada kenaikan penjualan di kuartal I tahun ini dibandingkan kuartal sebelumnya yakni sekitar 15 persen.
"Sekarang minat rumah di Rp1 miliar, ini ngalahin rumah sederhana. Daya belinya masih ada sehingga dikasih relaksasi oleh pemerintah. Saya harap relaksasi PPN bisa diperpanjang hingga akhir tahun," tuturnya.
BACA JUGA: Wakil Dubes RI di India Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19
Sebelumnya, berdasarkan Indonesia Property Market Index - Harga (RIPMI-H) pada triwulan pertama tahun ini berada pada angka 110,3, turun 0,4 persen dibandingkan dengan kuartal IV tahun 2020. Secara tahunan, indeks ini mengalami penurunan sebesar 2 persen.
Namun, turunnya harga properti pada kuartal ini lebih disebabkan oleh harga apartemen yang merosot sebesar 2,3 persen secara kuartalan.
Indeks harga properti untuk rumah tapak pada kuartal I tahun 2021 berada di angka 116,3 dimana masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,6 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan 0,5 persen secara tahunan.
Pada periode yang sama indeks harga properti untuk apartemen berada pada angka 109,9. Angka ini turun 2,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 5,3 persen secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi Pertamax Melonjak 33,9 Persen Selama Periode Lebaran 2026
- Harga Emas Antam Sabtu 28 Maret 2026 Melonjak, Ini Daftar Gramasinya
- BI Prediksi Ekonomi DIY Triwulan I 2026 Melaju Berkat Efek Lebaran
- Perputaran Uang Lebaran di Jogja Diperkirakan Tembus Puluhan Triliun
- Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Ayam dan Beras Ikut Naik
- Isu Dirut Bulog Jadi Kabais TNI Ternyata Tidak Benar
- Lonjakan Harga BBM Picu Gangguan Pasokan di SPBU Inggris
Advertisement
Advertisement








