Erick Thohir: Merah Putih Fund Siap Gelontorkan Dana ke Startup Indonesia

Erick Thohir: Merah Putih Fund Siap Gelontorkan Dana ke Startup IndonesiaIlustrasi - Istimewa
21 November 2021 09:57 WIB Leo Dwi Jatmiko Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah akan meluncurkan Merah Putih Fund untuk menyalurkan pendanaan dan pendampingan startup di Indonesia pada Desember 2021.

“Kami siapkan Merah Putih Fund yang akan diluncurkan oleh Bapak Presiden, kalau tidak meleset pertengahan Desember,” kata Erick dalam Digital Technopreneur Fest dan Technopreneur Campus FORBIS 2021, Sabtu (20/11/2021).

Erick mengatakan Merah Putih Fund bertujuan untuk menyalurkan pendanaan, pendampingan dan penjamin (offtaker) untuk melahirkan lebih banyak unikorn di Indonesia.

Erick menilai potensi lahirnya unikorn baru di Indonesia masih sangat besar. Hanya saja selama ini, investasi yang masuk ke unikorn kebanyakan berasal dari asing, dan masyarakat Indonesia marah.

“Kenapa kita marah? Kita sendiri tidak pernah mengintervensi kegiatan digital ini,” kata Erick.

Dia mengatakan peluncuran Merah Putih Fund oleh pemerintah memiliki tiga hal yang saling terhubung. Startup yang didanai nanti memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, founder berasal dari Indonesia. Kedua, perusahaannya beroperasi di Indonesia. “Ketiga, go public-nya harus di Indonesia,” kata Erick.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Denpasar, Bali September 2021, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa investasi perusahaan pelat merah di startup menjadi bagian besar dalam program transformasi BUMN.

Selain itu, perusahaan milik negara juga akan menyiapkan ekosistem yang mendukung pengembangan perusahaan rintisan berbasis teknologi. “Kami akan dukung besar-besaran startup di Indonesia dengan kekuatan investasi,” Erick.

Saat itu Erick sudah menyinggung mengenai Merah Putih Fund. Rencananya Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas dorongan Kementerian BUMN akan meluncurkan progam besar terkait dengan startup itu pada minggu kedua Desember 2021.

“Setelah launching kita akan training 10.000 startup agar berkelanjutan. Lalu undang 10 top investor,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia