Advertisement

Berkat KRL, 7.000 Pasar di Soloraya Terhubung ke Jogja

Izzal Muttaqin
Sabtu, 05 Maret 2022 - 17:17 WIB
Budi Cahyana
Berkat KRL, 7.000 Pasar di Soloraya Terhubung ke Jogja KRL Jogja-Solo - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Kehadiran KRL Solo-Jogja berpotensi besar mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

BACA JUGA: Jembatan Kretek II Penyambung JJLS di Bantul Hampir Jadi, Desainnya Bajak Sawah

Sebab, transportasi yang cepat dan mudah diakses membuat konektvitas para pedagang atau pengusaha di Kota Solo dan Jogja akan semakin erat.

Presiden Direktur Solopos Media Group, Arief Budi Susilo, mengatakan terdapat sekitar 7.000 pasar yang tersebar di Soloraya. Dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, jutaan pasar tersebut akan tersambung dengan pasar Jogja.

"Nah, kalau ini kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut dengan pengembangan destinasi wisata, ekonomi kreatif, antraksi pariwisatanya dan antara dua kota (Solo-Jogja) saling tersinergi dan terhubung, maka akan menciptakan nilai tambah yang luar biasa. Khususnya terhasap dua kota tersebut berikut aglomerasinya," ungkapnya saat memberikan pemaparan di acara Webinar Satu Tahun KRL Jogja-Solo, Jumat (4/3/2022) malam.

Selain itu, KRL juga berhasil memberikan warna baru terhadap mobilitas kota solo. Bahkan jumlah penumpang yang berhasil dilayani juga sangat banyak. Sekitar 14.000 orang perhari atau lebih dari 2 juta penumpang dalam satu tahun.

"Selain itu sejak adanya KRL, sejumlah stasiuan yang awalnya sepi bisa ramai. Misalnya Stasiun Gawok. Sebelum ada KRL, sepi dan bisa disebut stasiun mati. Tapi sekarang jadi hdup dan ramai," ucapnya.

Dengan begitu, ekonomi baru bagi warga sekitat stasiun tercipta. "Ini kan sesuatu yang luar biasa," ungkapnya.

BACA JUGA: Gembira Loka Zoo Akan Lepaskan Macan Tutul Terancam Punah ke Gunung Ciremai

Arief juga berharap, dampak positif hadirnya KRL tidak hanya dirasakan masyarakat Solo-Jogja. Namun juga daerah-daerah lain.

Advertisement

"Karena itu saya berharap jarak tempuh KRL tidak hanya Solo-Jogja. Melainkan bisa terus memanjang ke timur sampai ke Madiun atau Surabaya. Selain itu, juga memanjang ke barat sampai darah Purwekerto," tuturnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Sabtu, 1 Oktober 2022

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement