Advertisement

UMKM Didorong Sebagai Penyokong Pertumbuhan Ekonomi

Herlambang Jati Kusumo
Jum'at, 29 Juli 2022 - 06:37 WIB
Sirojul Khafid
UMKM Didorong Sebagai Penyokong Pertumbuhan Ekonomi Kepala BI DIY, Budiharto Setyawan. - BI

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY memproyeksi pertumbuhan ekonomi di DIY pada 2022 sebesar 4,9% - 5,7% (yoy). Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) salah satu sektor yang didorong untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kepala BI DIY, Budiharto Setyawan, mengungkapkan optimisme pertumbuhan ekonomi di 2022. Hal tersebut terlihat dari baiknya penanganan Covid-19, adaptasi digital, optimalnya belanja infrastruktur proyek strategis nasional, dan efektivitas program pemulihan ekonomi nasional.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Serta bergeraknya sektor utama di DIY terutama, yaitu pariwisata telah mendorong keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Perlu jadi perhatian, Covid-19 ini belum selesai,” ucap Budiharto, dalam acara Jogja Economic Forum: Mendorong UMKM sebagai Akselerator Pemulihan ekonomi DIY, Kamis (28/7/2022).

Budiharto mengungkapkan sebagai upaya untuk menopang ekonomi DIY ke depan, UMKM menjadi pilar penting yang perlu dikawal. UMKM menjadi akselerator pemulihan ekonomi DIY. Berdasar data sensus ekonomi 2016, perusahaan yang ada di DIY didominasi UMKM atau sebanyak 98,4%.

BACA JUGA: Kerugian Mencapai Triliunan Rupiah, Ini Dia 3 Modus Investasi Bodong

Jumlah UMKM yang ada berhasil menyerap 79% tenaga kerja di DIY. Serapan jumlah tenaga kerja juga terus mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan 2006 UMKM hanya bisa menyerap 44,5% tenaga kerja di DIY.

Berbagai upaya juga dilakukan untuk meningkatkan perkembangan kontribusi UMKM. Seperti, mendorong digitalisasi UMKM, serta pengembangan teknologi tepat guna untuk efisiensi produktivitas serta daya saing UMKM. Penciptaan iklim investasi serta advokasi kebijakan pemerintah dalam rangka menumbuhkan iklim berusaha. Pemberian stimulus usaha dan pendampingan teknis.

Selain itu, pengembangan penelitian dan pengkajian yang berkaitan dengan pengembangan kelembagaan dan usaha. Pelaksanaan dan peningkatan layanan sertifikasi produk hasil usaha. “Pengembangan kompetensi melalui upaya pengembangan jasa kewirausahaan, etos, dan disiplin kerja. Serta mengembangkan program pendampingan, pelatihan, pemanfaatan kredit, dan permodalan untuk pengembangan usaha UMKM,” ujar Budiharto.

Advertisement

BACA JUGA: China Borong Satu Juta Ton Hasil Produk Kelapa Sawit Indonesia

Sekda DIY, R. Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya berupaya melakukan penguatan dan dorongan untuk UMKM di DIY. Berbagai dukungan coba diberikan. Ia menilai di masa pandemi Covid-19 UMKM menjadi penyelamat ekonomi. UMKM masih banyak dan bisa tetap eksis.

“UMKM merupakan penyelamat ekonomi DIY di saat pandemi Covid-19. Dukungan pada UMKM harapannya dapat berdampak positif juga untuk pertumbuhan ekonomi di DIY dan menghambat indeks gini,” ucap Aji.

Advertisement

Dikatakan Aji, dengan perkembangan UMKM yang ada, Pemda DIY telah mengubah strategi menjadi padat karya, yang sebelumnya menggunakan teknologi sepenuhnya atau padat modal. Diharapkan dengan begitu, membuka lapangan pekerjaan lebih luas, sehingga pertumbuhan ekonomi didorong dari pendapatan para pekerja.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Selamat! UGM Juara 2 Pekan Imiah Mahasiswa Nasional

Sleman
| Senin, 05 Desember 2022, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement