Advertisement

Origin Merch YK, Bukti Apresiasi Musik sembari Merintis Bisnis

Sirojul Khafid
Selasa, 04 April 2023 - 14:57 WIB
Arief Junianto
Origin Merch YK, Bukti Apresiasi Musik sembari Merintis Bisnis Dona Marsita menunjukkan kaus produk Origin Merch YK. - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Berawal dari hobi membeli kaus original grup band, Dona Marsita kemudian membangun usaha Origin Merch YK. Lebih dari sekadar berburu omzet, penjualan dan pemakaian kaus orisinal, bagi Dona menjadi sebuah bentuk apresiasinya pada grup band.

Dona sempat membeli kaus grup band di Malioboro. Sekitar 2009, penjualan kaus grup band di Malioboro sudah cukup marak. Saat itu, Bebex, panggilan akrab Dona, membeli kaus grup band bergenre metal yang kemudian ia kenakan di acara musik. Ketika bertemu dengan beberapa orang, ada yang menegur Bebex lantaran kausnya tidak orisinal.

Advertisement

“Nah, yang dimaksud orisinal di sini bukan merchandise resmi dari grup band yang bersangkutan, tetapi produsen yang menyablon sendiri dengan gambar grup band tertentu,” ujar dia saat ditemui di Origin Merch YK Store, Karangasem Baru, Karang Gayam, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (26/3/2023).

Kejadian itu pun membuat Bebex menjadi lebih melek, apabila fan musik perlu membeli merchandise orisinal, termasuk kaus. Bukan untuk gegayaan semata, cara ini lebih untuk mengapresiasi dan memberikan dukungan pada grup band yang sudah berkarya di dunia musik. Terlebih beberapa band, khususnya yang masih indie label yang memang mengandalkan penjualan merchandise untuk kelangsungan kariernya.

Dari yang membeli di sembarang toko, Bebex akhirnya mencari akses kaus orisinal dari beberapa grup band yang ia sukai. Dari situlah, dia kemudian berhubungan intens dengan salah satu produsen kaus orisinal di Bandung.

“Aku bisa nyari [kaus orisinal], terus banyak yang nitip. Ternyata dengan beli jumlah tertentu dapet diskon, dari situ malah jadi usaha,” kata Bebex.

BACA JUGA: Dito Ariotedjo, Sosok Menteri Termuda Partner Bisnis Raffi Ahmad di Rans Sport

Dari pembelian berdasarkan jumlah titipan, Bebex kemudian berani membeli kaus terlebih dahulu, baru kemudian ia jual.

Selain menjualnya secara online, dia juga membuka lapak di event-event musik. Kala itu harga kaus orisinal grup band sekitar Rp85.000 sampai Rp95.000.

Selain menjual di event-event musik, jumlah penjualan secara online bisa mencapai 10-12 kaus per bulan. Aktivitas itu dilakoni Bebex sembari kuliah di D3 Akuntansi UGM.

Ilmu tentang ekonomi di kampus membuatnya paham, perkembangan usaha yang bermula dari hobi ini bisa menjadi ladang uang yang cukup menghasilkan. Belum lagi tekad apabila Bebex tidak ingin bekerja sebagai karyawan atau bekerja dengan orang lain setelah lulus. Walhasil, setahun kemudian, dia membuka toko kaus orisinal grup band bernama Origin Merch YK.

Di awal usahanya, jenis kaus grup band yang banyak ia jual adalah yang bergenre metal seperti Death Vomitt, Deadsquad, dan Seringai.

“Setelah buka toko, perkembangan penjualannya bagus, meningkat jauh, 300 persen dari yang cuma online. Terus ngelengkapin koleksi kaus band-nya,” kata pria berusia 33 tahun ini.

Perkembangan penjualan yang bagus juga melahirkan Origin Fest serta acara musik metal lain inisiasi Origin Merch YK. Dalam beberapa kesempatan, Origin Merch berkolaborasi dengan band untuk memproduksi merchandise-nya. Grup-grup band itu seperti Venomed, Nocturnal Kudeta, Serigala Malam, sampai Turbidity.

Dari penjualan kaus metal, tren sempat bergeser ke tema musik hardcore, hiphop, sampai clothing brand lokal.

Origin Merch pun mencoba menyesuaikan dengan perkembangan. Terlebih tidak semua merchandise orisinal grup band mudah diakses.

Suasana toko Origin Merch YK./Harian Jogja-Sirojul Khafid

Bebex juga menyediakan produk dengan mereknya sendiri, meski tidak meninggalkan akarnya sebagai toko kaus grup band. Selama kaus bisa akses, maka akan ia jual.

“Beberapa akses merchandise cukup sulit, grup band punya sistem sendiri. Kadang jualnya langsung ke fan, enggak bisa beli dalam jumlah banyak. Tetapi masih ada grup band yang sistemnya enak, seperti The S.I.G.I.T dan Deadsquad, meski harga agak mahal, tetapi sistem mereka saling menguntungkan,” kata Bebex. 

Band Alternatif

Saat ini, tren kaus grup band yang sedang cukup tinggi untuk grup-grup band alternatif seperti Morfem, Kelompok Penerbang Roket, dan lainnya.

Walaupun secara perkembangannya, fan grup band metal masih menjadi lingkaran yang paling konsisten untuk membeli merchandise orisinal.

Ini terkait dengan edukasi dan pemahaman dari band kepada para penggemarnya. Padahal harga kaus metal juga lumayan tinggi. Umumnya, harga saat ini sekitar Rp180.000-Rp200.000. tetapi untuk beberapa grup band, seperti Deadsquad bisa mencapai Rp230.000-Rp270.000.

Tidak hanya kaus, bahkan masih banyak grup band metal yang merilis produk fisik seperti cakram padat dan kaset.

Edukasi dari grup band pada para penggemarnya menjadi pemutar roda ekonomi di banyak tempat, termasuk toko original merchandise. Selain fan bisa mendapatkan akses merchandise orisinal, keuntungan juga bisa kembali lagi ke grup band dalam keuntungan penjualan.

Bahkan tidak hanya untuk fan, beberapa konsumen membeli kaus grup band karena menyukai desainnya. Dan itu tidak masalah.

“Yang penting beli, lebih baik tahu [juga lagu-lagu dari band-nya]. Tetapi yang lebih penting belinya kaus grup band yang orisinal, jangan yang bajakan, terserah tahu atau enggak itu band apa. Aku lebih menghargai orang pakai merchandise orisinal grup band lokal daripada grup band luar negeri tetapi bajakan,” kata Bebex.

TENTANG USAHA
Nama produk:
Origin Merch YK

Tahun berdiri:
2009

Instagram:
originmerch_store

Alamat toko:
Jalan Anyelir Blok CTX Nomor 11, Karangasem Baru, Karang Gayam, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Judi Online Jadi Salah Satu Alasan Perceraian di Sleman, Rata-rata Terjadi di Perkawinan Usia Muda

Sleman
| Jum'at, 14 Juni 2024, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Makan Murah di Jogja: Berburu Street Food di Kotabaru

Wisata
| Minggu, 09 Juni 2024, 20:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement