Advertisement

Banyak Pengangguran Terdidik di Jogja

Anisatul Umah
Sabtu, 06 Mei 2023 - 18:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Banyak Pengangguran Terdidik di Jogja Ilustrasi pengangguran - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat banyak pengangguran terdidik di perkotaan DIY.

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2023 paling tinggi adalah pendidikan universitas 4,91%, disusul lulusan SMA sebesar 4,54%, SMK sebesar 3,93%, dan Diploma I/II/III sebesar 3,04%.

Dia mengatakan banyak mahasiswa yang tidak langsung kembali ke kampung halamannya setelah wisuda. Sebagian lagi tinggal di DIY untuk mencari kerja yang berlokasi di DIY dan provinsi lain. Pengangguran terdidik, kata Herum, paling banyak berada di perkotaan.

"Di perkotaan lebih diwarnai pengangguran terdidik. Banyak mahasiswa yang setelah diwisuda tidak langsung pulang kampung atau daerah asalnya," ucapnya, Jumat (6/5/2023).

Tren semacam ini menurutnya terjadi karena DIY merupakan kota pelajar. Meski masih menganggur, tapi dari sisi perekonomian mereka masih lebih mapan karena ditopang oleh orang tua yang mampu.

Advertisement

BACA JUGA:  Simak! Ini Barang Paling Laris saat Ramadan-Lebaran versi Tokopedia

Baca juga: Alasan Jokowi Tak Mau Gunakan Jalur yang Disiapkan di Lampung

"Semakin tinggi pendidikan semakin selektif mencari pekerjaan. Jadi tidak selamanya pengangguran itu miskin saat dicatat oleh BPS ya. Misalnya tadi pengangguran terdidik."

Berdasarkan struktur ketenagakerjaan DIY Februari 2023 penduduk usia kerja bertambah 45,62 ribu orang menjadi 3,04 juta orang. Dari total usia kerja ni 2,23 juta di antaranya merupakan angkatan kerja, turun 3,97 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari 2,23 juta angkatan kerja, sebanyak 2,15 juta di antaranya bekerja. Jumlah ini turun 396 orang. Sementara jumlah pengangguran dari angkatan kerja 2,23 juta orang sebesar 79,91 ribu orang, turun 3,57 ribu orang.

"Di sisi lain ada 808,11 ribu orang yang yang masuk usia kerja tapi tidak jadi angkatan kerja. Misalnya ibu rumah tangga yang hanya mengurus rumah tangga. Dibandingkan tahun sebelumnya mengalami kenaikan 49,58 ribu orang," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan penurunan angkatan kerja 3,97 ribu orang karena banyak perempuan yang kembali menjadi ibu rumah tangga pasca pandemi. Sehingga tidak lagi masuk sebagai angkatan kerja. Seiring dengan berakhirnya PPKM hunian kos juga meningkat. Di mana mahasiswa adalah usia kerja namun tidak masuk angkatan kerja.

"Saat pandemi mungkin dia membantu cari sumber pendapatan, saat itu kerja. Begitu tidak pandemi aktivitas normal, kembali urus rumah tangga," jelasnya. 

Adapun dilansir dari laman kemnaker.go,id, yang dimaksud dengan pengangguran terdidik adalah seseorang yang sedang mencari pekerjaan atau tidak bekerja, tetapi memiliki gelar minimal di tingkat SMA atau sederajat (Mankiw, 2003).

BACA JUGA:  Kementerian BUMN Bersama Telkom Bagikan 1000 Paket Sembako Murah di Batulicin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

Belasan Orang Jadi Korban Kecelakaan di Jalan Wonosari-Semanu Gunungkidul

Gunungkidul
| Jum'at, 09 Juni 2023, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Punya Nyali? Coba Kunjungi Destinasi Wisata Jembatan Kaca Terbesar di Dunia Ini

Wisata
| Kamis, 08 Juni 2023, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement