Advertisement
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal IV Tahun 2025 Tumbuh 5,39 Persen
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV/2025 sebesar 5,39% secara tahunan (YoY), sedikit di bawah proyeksi Kementerian Keuangan yang memperkirakan 5,45%. Angka ini menunjukkan ekonomi domestik tetap tangguh di tengah dinamika global dan domestik.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.147,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan sebesar Rp3.474,5 triliun. “Jika dibandingkan Q4/2024, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 mencapai 5,39% secara tahunan,” ujar Amalia di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Advertisement
Kalangan ekonom menilai angka ini relatif sesuai dengan proyeksi konservatif. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), David Sumual, memperkirakan pertumbuhan pada kuartal terakhir 2025 berada di level 5,26% YoY. Menurut David, akselerasi konsumsi rumah tangga menjadi motor utama, tercermin dari indeks transaksi belanja big data BCA, data ritel Bank Indonesia, dan lonjakan transaksi elektronik.
“Belanja pemerintah, termasuk belanja pegawai dan bantuan sosial, juga tumbuh double digit. Ekspor meningkat karena sejumlah eksportir melakukan front running mengantisipasi tarif [Presiden AS Donald] Trump,” jelas David, Rabu (4/2/2026).
BACA JUGA
Adapun sepanjang tahun lalu, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun. Dengan demikian secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (YoY). "Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh sebesar 5,11%," terangnya. Realisasi tersebut sejalan dengan konsensus ekonom dan analis yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan.
Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu yakni sebesar 5,1% saja atau berada di bawah target APBN yakni 5,2%. Estimasi tertinggi yakni pertumbuhan ekonomi 5,3% yang disampaikan satu-satunya oleh ekonom Citigroup Securities Indonesia, Helmi Arman.
Ada juga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2%, atau sesuai target pemerintah, yakni Juniman Juniman (PT Bank Maybank Indonesia Tbk.), Josua Pardede (PT Bank Permata Tbk.), Suryaputra Wijaksana (PT UOB Kay Hian Securities), Rully Arya Wisnubroto (PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia), dan David Sumual (PT Bank Central Asia Tbk.).
Prediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% lalu berasal dari Euben Paracuelles (Nomura Singapore Limited), Radhika Rao (DBS Bank Ltd.), Pranjul Bhandari (HK and SH Banking Corp Ltd), Fikri C Permana (KB Valbury Sekuritas), Brian Tan (Barclays Bank PLC), Hosianna Evalita Situmorang (PT Bank Danamon Tbk.), serta Krystal Tan (Australia & New Zealand Banking Group).
Adapun prediksi terendah yakni 4,7% dari Enrico Tanuwidjaja (PT Bank UOB Indonesia), 4,8% oleh Jaemin Bang (Moodys Analytics Singapore), serta 4,9% dari Lavanya Venkateswaran (Oversea-Chinese Banking Corp), Cimb Ltd dan Jin Tik Ngai (JP Morgan Chase Bank NA). Menariknya, dua bank BUMN memiliki prediksi berbeda terkait dengan pertumbuhan ekonomi 2025 yang rencananya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) besok, Kamis (5/2/2026). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan ekonomi tahun lalu tumbuh 5,23%, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) hanya 5,17%.
Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan PT Bank Permata Tbk. (BNLI), Faisal Rachman, mematok proyeksi sedikit lebih rendah, yakni 5,25% YoY. Meski konsumsi rumah tangga diperkirakan kembali ke level 5% berkat libur akhir tahun dan stimulus fiskal, kontribusi ekspor bersih diprediksi melambat.
“Kontribusi ekspor bersih terhadap PDB diproyeksikan moderat, mencerminkan tarif timbal balik AS, permintaan global lebih lemah, terutama dari China, dan impor yang meningkat di tengah aktivitas domestik yang tangguh,” ujar Faisal.
Sementara itu, proyeksi paling konservatif datang dari Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Andry Asmoro. Tim ekonom Bank Mandiri memperkirakan ekonomi kuartal IV/2025 tumbuh 5,23% YoY. Andry menyoroti peran krusial belanja pemerintah yang melonjak 8,0% YoY, didorong realisasi belanja pegawai dan bantuan sosial (bansos).
“Belanja bansos meningkat signifikan sebesar 70,4% YoY, sebagian dialokasikan untuk penanganan bencana di Sumatra,” papar Andry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
UNISA Jogja Respons Dugaan Kekerasan Mahasiswa, Fokus pada Korban
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Realisasi Belanja APBN DIY 2025 Tembus Rp21,3 Triliun
- Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp68.850 per Kg
- Harga Emas Pegadaian 5 Februari, Galeri24 dan UBS Bertahan
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal IV Tahun 2025 Tumbuh 5,39 Persen
- Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Didukung Konsumsi dan Investasi
Advertisement
Advertisement



