Advertisement
300 Pedagang di Pasar Beringharjo Mulai Bayar Retribusi secara Elektronik
Suasana di Pasar Beringharjo, Selasa (10/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Pemkot menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik di Pasar Beringharjo. Pembayaran retribusi elektronik ini bertujuan untuk menggantikan metode pembayaran manual secara tunai.
Meski begitu, kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jogja Maryustion Tonang, penarikan retribusi elektronik tersebut belum diterapkan bagi seluruh pedagang.
Advertisement
"Kami baru menerapkan untuk pedagang di Sisi Barat dulu. Jumlahnya baru 100 pedagang," katanya kepada wartawan, Selasa (15/5/2018).
Pekan depan Disperindag akan menambah 300 pedagang lainnya melakukan pembayaran retribusi secara elektronik. Secara bertahap seluruh pedagang nantinya akan melakukan transaksi elektronik tersebut.
BACA JUGA
"Kami berharap nantinya pembayaran retribusi secara elektronik ini semakin menyebar. Di Beringharjo sisi barat, ada sekitar 1.400 pedagang,” katanya.
Pedagang yang akan membayar retribusi secara elektronik (e-retribusi) perlu memiliki kartu “e-money” yang dikeluarkan oleh BPD DIY. Kartu tersebut kemudian digunakan dengan cara “tap” ke mesin pembayaran yang ada di Pasar Beringharjo.
Pengisian saldo “e-money” juga bisa dilakukan dengan mudah melalui kantor kas BPD DIY yang sudah ada di Pasar Beringharjo. “Sosialisasi akan terus kami gencarkan karena ini metode pembayaran yang lebih praktis. Jadi butuh waktu karena ini baru dan pedagang perlu memahaminya,” katanya.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi mendukung program tersebut. Menurutnya pembayaran retribusi secara elektronik memiliki tujuan untuk kemajuan bersama dan transparansi dari pemerintah daerah. "Tentunya harus didukung. Memang ada sebagian besar pedagang yang lebih suka membayar tunai,” katanya.
Untuk itu, dia berharap Pemkot terus melakukan sosialisasi agar pedagang memahami metode pembayaran tersebut mudah dan praktis.
“Mungkin saja mereka belum mengetahui keuntungan dan kemudahannya. Saya setiap bulan membayar retribusi sekitar Rp1 juta. Dengan metode ini tentu akan lebih praktis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- LPS: Bank Syariah Kini Lebih Kompetitif dari Bank Konvensional
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
Advertisement
Puluhan Orang Tertipu Miliaran Rupiah di Investasi Villa dan Kos-kosan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bulog Pastikan Harga Beras dan Minyakita di DIY Stabil Jelang Lebaran
- Harga Emas Pegadaian 26 Februari 2026 Turun, UBS Rp3.082.000
- ART Indonesia-AS Resmi Berlaku, 1.819 Produk Tarif 0 Persen
- Rupiah Menguat ke Rp16.744 per Dolar AS, Dipicu Kebijakan Tarif Trump
- 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih dari India Mulai Disalurkan
- Korea Selatan Siapkan Aturan Bebas Visa untuk Warga Indonesia
Advertisement
Advertisement








