Garuda Indonesia Sayangkan Karyawan Ngotot Mau Mogok Kerja

Garuda Indonesia Sayangkan Karyawan Ngotot Mau Mogok KerjaPenumpang pesawat udara Garuda Indonesia berjalan menuju pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9/2014) untuk terbang dengan rute MakassarBau-Bau. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
14 Juni 2018 02:25 WIB Rio Sandy Pradana Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menyayangkan pernyataan terkait keberlanjutan rencana mogok yang disampaikan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG).

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono sangat mengapresiasi komitmen Sekarga dan APG dalam mendukung kelancaran operasional selama puncak arus mudik Lebaran.

 

"Namun, manajemen juga turut menyayangkan statement terkait keberlanjutan rencana mogok yang disampaikan Sekarga dan APG yang seharusnya penuh dengan semangat silaturahim dan saling memaafkan khususnya menjelang Idulfitri," kata Hengki dalam rilis, Kamis (14/6/2018).

Serikat pekerja dan asosiasi pilot Garuda Indonesia berencana mogok pada pekan kedua Juli 2018.

Dia menambahkan sesuai dengan semangat tersebut manajemen berulang kali telah mengajak Sekarga dan APG untuk berkomunikasi dalam berbagai forum formal dan informal.

Pihaknya mengimbau Sekarga dan APG untuk benar-benar mempercayai upaya pemerintah khususnya satgas yang telah dibentuk oleh Kemenko Kemaritiman, serta memberikan kesempatan pemerintah untuk dapat menyelesaikan upaya mediasi ini dengan sebaik-baiknya.

Manajemen berharap seluruh karyawan Garuda Indonesia untuk tetap bekerja sesuai dengan tugas masing-masing. Aksi mogok bukanlah solusi karena masih ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencari titik temu.

Emiten berkode GIAA itu memastikan agar seluruh karyawan dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan Garuda.

Melalui berbagai forum, manajemen selalu berupaya untuk melakukan komunikasi kepada seluruh karyawan, termasuk penerbang, awak kabin dan karyawan darat.

Manajemen, kata Hengki, akan melakukan upaya maksimal agar pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia tidak terganggu dan tetap memastikan kelancaran operasional penerbangan.

 

Sumber : Bisnis.com