RFB Targetkan 100.000 Lot Transaksi, Berikut Strateginya

RFB Targetkan 100.000 Lot Transaksi, Berikut Strateginya Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya (dua kiri); Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar (kanan); Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang (kiri) serta Kepala Kantor Cabang PT RFB Dewi (dua kanan) berbincang di Kantor Cabang PT RFB seusai diresmikan di Kecamatan Depok, Sleman, Senin (6 - 8). Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), kota ini memiliki lebih dari 35.000 investor potensial. Ekspansi bisnis perusahaan ini ditargetkan d
07 Agustus 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka memasyarakatkan industri pialang berjangka, PT Rifan Financindo Berjangka melebarkan sayap bisnisnya ke Jogja. Ekspansi bisnis perusahaan ini ditargetkan dapat menarik 300 nasabah dari kota pelajar ini.

Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya mengungkapkan Jogja adalah salah satu kota dengan wilayah agraris yang luas, serta memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat. Selain itu, berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), kota ini memiliki lebih dari 35.000 investor potensial.

"Kami tertarik untuk berekspansi, karena pelaku pasar modal adalah salah satu target market dari investasi komoditas berjangka. Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat eksistensi pasar PBK [perdagangan berjangka komoditi] di Indonesia," ujar Teddy dalam pembukaan Kantor Cabang PT RFB di Malioboro City, Senin (6/8).

Teddy memaparkan investasi berjangka ini merupakan salah satu produk yang rentan terhadap risiko. Namun, sebagai wahana investasi, PBK merupakan komoditas investasi dengan keuntungan yang besar.

Untuk itu, pada tahun pertama kantor cabang ini beroperasi, Teddy tak menargetkan banyak investor untuk bergabung. Sejalan dengan upaya mengenalkan PBK sebagai wahana investasi bagi masyarakat Jogja, perusahaan ini akan gencar mengedukasi masyarakat Jogja tentang produk investasi PBK.

"Selama ini, industri ini belum dikenal dengan baik. Untuk itu kami akan lebih fokus dalam mengedukasi, sosialisasi, sekaligus promosi. Kami berharap bisa memberikan kesempatan kepada generasi muda Jogja untuk menjadi pialang handal dan profesional," jelas Teddy.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang menambahkan industri PBK terus berkembang. Hal itu seiring dengan peningkatan volume transaksi, baik bilateral maupun multilateral. Kepercayaan masyarakat, serta minat pelaku usaha terhadap PBK juga mulai meningkat.

"Kami berharap ekspansi RFB di Jogja dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat terhadap industri PBK," ungkap Stephanus.

Sepanjang semester pertama 2018, RFB membukukan kinerja cemerlang. Secara nasional pertumbuhan jumlah nasabah baru RFB meningkat 27,16% atau bertambah sebanyak 1.311 nasabah. Sehingga saat ini total nasabah RFB di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 10.000 nasabah.

Dari data volume transaksi RFB hingga akhir Juni 2018 telah mencapai 615.513 lot atau naik 148,86% dibandingkan posisi sama di tahun sebelumnya yang mencapai 247.332 lot. Dalam acara yang juga turut disalurkan bantuan untuk para veteran menyambut Hari Kemerdekaan RI, Kepala Cabang RFB Jogja, Dewi Diananingrum menambahkan RFB mengalokasikan total investasi Rp10 miliar untuk ekspansi bisnis ini di Kota Gudeg.

Untuk tahun pertama, RFB di Jogja menargetkan 300 nasabah dengan 100.000 lot transaksi. Sementara untuk kinerja perusahaan secara keseluruhan, RFB mematok penambahan 3.000 nasabah baru dan total volume transaksi satu juta lot di akhir 2018.

"Setiap kantor cabang RFB harus memiliki kontribusi terhadap total bisnis perusahaan. Untuk di Jogja, kami harap dapat memberikan kontribusi sebesar sepuluh persen dari total bisnis secara umum, sehingga dapat turut meramaikan pasar PBK di kota pelajar ini," jelas Dewi.