Pritania Maryuandini :Harus Pintar Bagi Waktu

Pritania Maryuandini :Harus Pintar Bagi WaktuExecutive Secretary sekaligus Public Relation Officer Hotel Puri Artha Pritanka Maryuandini. - Ist
25 September 2018 22:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Bekerja sebagai Executive Secretary sekaligus Public Relation Officer Hotel Puri Artha, dilakoni Pritania Maryuandini dengan senang hati. Dini, sapaan akrabnya mengaku bisa banyak belajar hal baru dari situ. Namun ia harus pintar bagi-bagi waktu agar semua tanggung jawabnya selesai dengan memuaskan.

"Dalam satu bulan saya harus bagi-bagi waktu untuk dua pekerjaan. Misalnya awal bulan saya akan fokus mengerjakan monthly report sampai seminggu, setelah itu mulai deh kerja PR (public relations). Keliling-keliling," katanya kepada Harian Jogja, Senin (24/9).

Meski punya kesibukan seabrek, Dini tak lantas mengeluh. Apalagi dunia PR sangat baru baginya. Ia harus banyak menyesuaikan diri dan belajar dari sana sini. Maka Dini pun mangaku tak segan untuk bertanya tentang hal-hal yang ia tak ketahui, terutama job description (jobdesk) sebagai PR. Ia tak ragu untuk berbagi dengan mereka yang lebih senior dan punya banyak pengalaman di dunia humas juga kepada atasannya. "Saya banyak tanya pada Bapak [GM] juga ke kawan-kawan yang dulunya menangani jobdesk ini. Untungnya lingkungan sekitar saya suportif," ujarnya.

Lulusan Teknik Arsitektur YKPN ini memang tak memiliki dasar pengetahuan di bidang kehumasan. Namun selama dua tahun bekerja di Hotel Puri Artha, Dini berhasil mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru. Hal-hal baru yang ia dapatkan lantas ia jadikan pijakan untuk belajar lebih banyak lagi. Apalagi menurutnya jobdesk sebagai PR merupakan keinginan dari pimpinannya agar ia makin banyak belajar.

Meskipun menjalaninya dengan senang hati, Dini tak menampik sulitnya membagi waktu antara dua tanggung jawab besar yang diembannya. Kadang, ia lupa mengerjakan tugasnya sebagai PR atau sebaliknya sebagai executive secretary. "Nah kalau lupa, Bapak malah yang sering mengingatkan. Hayo Dini belum ngerjain tugas yang ini kan? Gitu. Jadi enggak lupa lagi," ucapnya sambil tertawa.