BBKB Dorong Perajin Batik Jogja Berinovasi

BBKB Dorong Perajin Batik Jogja BerinovasiPerwakilan dari BBKB dan BHMTC menandatangi kesepakatan kerja sama di Hotel Gaia Cosmo, Timoho, Jogja, Selasa (25/9). - Ist./BBKB
20 Oktober 2018 08:30 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) mendorong perajin batik untuk terus berinovasi melalui program Inovating Jogja. Program tahunan yang sudah dilaksanakan selama dua tahun ini bertujuan mendorong lahir dan tumbuhnya pelaku usaha di bidang kerajinan dan batik.

Tahun ini, BBKB menggandeng Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC) untuk memberi pendampingan pada UMKM binaannya. Ini merupakan salah satu upaya BBKB sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian, mendukung gerakan mendorong kemajuan UMKM di Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik BBKB, Wisnu Pamungkas mengatakan Inovating Jogja 2018 mengangkat tema khusus di bidang batik. Salah satu pemenang dari Inovating Jogja tahun ini adalah Wiraty Ristyastuti, pengrajin batik ringkel. Teknik ringkel merupakan teknik yang berasal dari BBKB dan sudah diajarkan ke beberapa pembatik. Wiraty menjadi salah satu perajin yang masih mempertahankan teknik ini dan melakukan beberapa inovasi dalam pengembangan produknya. Pemenang kedua adalah Aji Bayu yang melakukan inovasi batik serat alam yang menyasar pasar ekspor.

Wisnu menuturkan sejak kegiatan penjurian Inovating Jogja 2018, dengan melibatkan BHMTC, geliat yang muncul dari pelaku UMKM jauh lebih positif dibanding tahun sebelumnya. Oleh sebab itu pihaknya berharap dengan adanya pendampingan berkala setiap bulan, UMKM yang dibina BBKB dapat berkembang baik.

Direktur BHMTC, Febriyo Hadikesuma mengatakan selama ini banyak peserta dari kompetisi bisnis yang setelah mendapat hadiah, usahanya malah tidak berjalan. Maka melalui kerja sama ini, BHMTC akan memberikan pembinaan dalam periode waktu tertentu agar menghasilkan UMKM yang mandiri. "Tugas terbesar kami adalah mengajak para pengrajin menjadi perajin pengusaha," ujar Bio dalam rilisnya, Kamis (19/10).