PERTUMBUHAN EKONOMI : Triwulan 1 Tahun 2015, Inflasi Diprediksi Menurun

PERTUMBUHAN EKONOMI : Triwulan 1 Tahun 2015, Inflasi Diprediksi MenurunIlustrasi inflasi (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
17 Maret 2015 21:40 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Pertumbuhan ekonomi, utamanya mengenai inflasi Jogja pada triwulan pertama diprediksi menurun.

Harianjogja.com, JOGJA-Terkait inflasi triwulan I 2015 ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santoso mengatakan ada kemungkinan turun dibandingkan dengan triwulan IV 2014 yang mencapai 6,59%. Penurunan tekanan inflasi, sambungnya, salah satunya disebabkan oleh tren harga minyak dunia yang turun, penyesuaian tarif angkutan pasca-penurunan harga BBM dan meningkatnya stok beras.

"Saat ini (Maret dan April) kan mulai masuki musim panen. Ini berbeda dengan 2014 di mana untuk sektor
pertanian mengalami kontraksi karena mundurnya musim tanam," jelasnya, Senin (16/3/2015).

Meski demikian, sambungnya, terdapat risiko peningkatan tekanan inflasi yang perlu diwaspadai. Tekanan inflasi tersebut berasal dari proyeksi peningkatan harga emas dunia, dampak kenaikan tarif dasar listrik terhadap biaya sewa rumah, harga properti di DIY dan peningkatan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang berdampak pada peningkatan harga pangan dan tarif listrik.

"Tren penurunan inflasi tersebut semakin mendukung prospek pencapaian sasaran inflasi 2015 yakni empat persen +/- satu persen,” jelasnya.

Ditambahkan Debuti Direktur Kantor Perwakilan BI DIY Hilam Tisnawan, berdasarkan catatan BI DIY, perekonomian DIY pada triwulan IV 2014 mengalami perlambatan. Perlambatan tersebut seiring dengan konsumsi pemerintah dan ekspor luar negeri. Pertumbuhan perekonomian DIY pada tahun politik kemarin melambat sebesar 5,18%.

"Namun pertumbuhan ekonomi DIY pada 2014 berada di atas pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,02 persen," terangnya.