PERBANKAN JOGJA : Program Sejuta Rumah, BTN Syariah Jogja Targetkan 600 Unit

PERBANKAN JOGJA : Program Sejuta Rumah, BTN Syariah Jogja Targetkan 600 UnitBranch Manager BTN Syariah Jogja Setiyadi (berdiri) saat memaparkan program sejuta rumah di RM Bale Raos Jogja, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja - Abdul Hamied Razak)
27 Mei 2015 12:20 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Perbankan Jogja BTN Syariah menargetkan pembiayaan untuk 600 unit rumah.

Harianjogja.com, JOGJA- Penyaluran dana Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Bank BTN Syariah Jogja tahun ini ditargetkan sebanyak Rp120 miliar. Bank tersebut juga menawarkan program 1 Juta Rumah Untuk Sahabat, sebagai bagian dari program Sejuta Rumah yang digagas pemerintah.

Branch Manager BTN Syariah Jogja Setiyadi menjelaskan, BTN Syariah secara nasional menargetkan sebanyak 60.000 unit dalam program satu juta rumah untuk sahabat. Dari jumlah tersebut, BTN Syariah Jogja menargetkan pembiayaan sebanyak 600 unit. Rinciannya, sebanyak 400 unit rumah bersubsidi dan 200 unit rumah non subsidi.

“Jumlah unit yang kami targetkan itu meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya di kisaran 300-400 unit,” ujar Setiadi kepada wartawan, Jumat (22/5/2015) lalu.

Dia menambahkan, dari sebanyak Rp120 miliar dana KPR yang disediakan, hingga kini realisasi pembiayaannya mencapai Rp28 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk 60 proyek yang bekerjasama dengan BTN Syariah. “Sampai saat ini, kami menggandeng sekitar 60 developer untuk mengerjakan proyek ini. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah,” terangnya.

Dalam program 1 Juta Rumah Untuk Sahabat, pihaknya memberi kesempatan bagi kalangan buruh karyawan dan segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk berpartisipasi. Pasalnya, dengan uang muka atau down payment (DP) sebesar 1% dengan bunga 5% flat. Untuk rumah dengan nilai jual lebih dari itu, masuk ke segmen komersil dengan DP minimal 20% dan bunga 8% flat. Dia berharap, MBR bisa mengakses program ini. “Durasi masa kredit hingga 20 tahun. Ini berlaku untuk masyarakat berpenghasilan maksimal Rp4 juta per bulan, terutama dari kalangan buruh,” kata Setiyadi.

Setiyadi menjelaskan, potensi market untuk pembangunan perumahan di DIY cukup menjanjikan. Berdasarkan maping yang dilakukan BTN Syariah, lokasi pembangunan perumahan baru sangat terbuka di wilayah pinggiran Jogja. Seperti di wilayah Bantul hingga eks Karesidenan Kedu. “Dalam skema ini, unit rumah yang dibiayai dipatok batas harga jual maksimal Rp123 juta untuk wilayah kota dan Rp118 juta? untuk luar kota. Tipe rumah yang diizinkan hanya tipe 27 hingga tipe 36,” tukasnya.