Top Ten News Harianjogja.com Edisi Senin 21 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Ilustrasi uang rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan transaksi nontunai sepertinya belum membuahkan hasil. Buktinya, transaksi tunai masih tergolong masih tinggi dengan persentase mencapai 55%.
Direktur Divisi Tunai G4S Global Paul Van Der Knaap saat berkunjung ke Jogja mengaku telah meneliti soal transaksi tunai dan nontunai di Indonesia. Hasilnya, antara 50%-55% masyarakat Indonesia masih memanfaatkan transaksi tunai.
Selain itu fakta lain yang ia temukan, adanya penarikan uang melalui ATM periode 2012-2016 meningkat hingga 65,5%. Pada periode tersebut, jumlah mesin ATM di Asia tumbuh sebesar 16,3%, pertumbuhan terbesar berada di Tiongkok, Thailand dan Indonesia.
"Transaksi keuangan di Indonesia saat ini masih didominasi oleh pembayaran tunai," ucapnya di sela-sela pertemuan The Asia Cash Cycle di salah satu hotel kawasan Jetis, Kota Jogja, Kamis (6/9).
Di Indonesia, selama 2012-2016, peredaran uang tunai tumbuh jadi sebesar Rp528,53 triliun (53,1%). Jumlah total penarikan uang tunai di ATM dalam periode yang sama meningkat sebesar 65,5% menjadi Rp2.353 triliun. Jumlah anjungan tunai mandiri (ATM) di seluruh Indonesia pun bertambah jadi 104.419 unit atau meningkat sebesar 54,3% dalam periode tersebut. "Sementara di tingkat global, pertumbuhan jumlah ATM mencapai 11,2 persen setiap tahun," ucap dia.
Paul menegaskan penelitian itu tidak untuk mempengaruhi masyarakat agar menggunakan sistem transaksi tunai atau nontunai. Namun lebih untuk memahamkan masyarakat tentang tren penggunaan tunai dan nontunai selama beberapa tahun terakhir sebagai referensi pembangunan ekonomi. "Apalagi masyarakat saat ini masih menganggap transaksi tunai jauh lebih aman ketimbang nontunai," kata Paul.
Pertemuan itu diikuti berbagai negara di dunia yang melakukan pembahasan terkait penggunaan uang tunai dan nontunai dari berbagai negara. Paul mengakui, pariwisata menjadi salah satu alasan pemilihan Jogja sebagai tempat pertemuan para praktisi ekonomi dan perbankan dari berbagai negara tersebut. Sehingga para peserta ada yang menyempatkan diri untuk mengunjungi sejumlah wisata di Jogja.
"Pagi tadi saya ke Borobudur dan besok saya rencana mengunjungi untuk wisata yang di Jogja," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Donald Trump bertemu Delcy Rodriguez di sela Sidang PBB di New York. Keduanya membahas hubungan bilateral, energi, pertambangan, dan keamanan.
UGM memperkuat SDM keanekaragaman hayati melalui PKKH, program profesi pertama di Indonesia dan Asia untuk menghadapi degradasi biodiversitas.
Rumah warga kurang mampu di Sumberlawang Sragen ambruk. Nenek 75 tahun terluka dan rumahnya mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.