Advertisement

Harga Temulawak hingga Pepaya Bikin NTP DIY Turun

Holy Kartika Nurwigati
Senin, 15 Oktober 2018 - 06:30 WIB
Mediani Dyah Natalia
Harga Temulawak hingga Pepaya Bikin NTP DIY Turun Salah seorang petani menunjukan hasil panen bawang merah di Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (4/9/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Nilai tukar petani (NTP) selama September 2018 menurun dibandingkan bulan sebelumnya, yakni sebesar 0,56%. Penurunan indeks NTP gabungan pada bulan tersebut disebabkan turunnya subsektor tanaman pangan, hortikultural, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY JB Priyono menyampaikan penurunan indeks NTP pada September lalu terjadi pada tiga subsektor, yakni subsektor hortikultural (NTPH), subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) dan subsektor peternakan (NTPT).

Advertisement

"Komoditas yang mengakibatkan penurunan pada NTPH yakni turunnya It (indeks harga yang diterima petani) disebabkan penurunan harga pada beberapa komoditas utamanya temulawak, cabai merah, nangka, bawang merah, dan pepaya," jelas Priyono, Sabtu (13/10).

Beberapa komoditas subkelompok tanaman perkebunan rakyat yang mengalami penurunan harga utamanya adalah tembakau, kelapa, kopi, tebu, dan kakao. Priyono menambahkan penurunan harga beberapa komoditas seperti sapi potong, ayam ras pedaging, telur ayam ras, kambing, dan ayam buras. "Sehingga, penurunan harga tersebut menyebabkan turunnya It pada subsektor peternakan di bulan tersebut," imbuh Priyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Cegah PMK pada Ternak, Bupati Gunungkidul Gencarkan Bebersih Kandang

Cegah PMK pada Ternak, Bupati Gunungkidul Gencarkan Bebersih Kandang

Gunungkidul
| Kamis, 29 Januari 2026, 03:17 WIB

Advertisement

Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026

Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026

Wisata
| Rabu, 28 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement