Advertisement
Investor Lebih Senangi Startup Orisinal Bercitarasa Lokal
Nadiem Makarim dari Go-Jek (dari kiri ke kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Ferry Unardi dari Traveloka, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Achmad Zaky dari Bukalapak dalam Nexticorn International Summit di Bali, Rabu (9/5/2018) - Bisnis - Demis Rizky Gosta
Advertisement
Harianjogja.com, BADUNG — Pemodal mencari ide orisinal yang bercitarasa lokal untuk menyelesaikan masalah di Indonesia guna mengembangkan perusahaan digital rintisan.
Presiden Direktur Plug and Play, Wesley Harjono mengatakan semakin banyak penggagas ide orisinal di Indonesia. Pasalnya, penggagas ide kini tak hanya ingin mendirikan perusahaan rintisan hanya untuk mendapatkan uang atau ingin cepat kaya.
Advertisement
Menurutnya, visi para pencetus ide dan ekosistem telah mendorong perusahaan rintisan untuk melahirkan ide orisinal lalu menyelesaikan masalah di Indonesia sebagai cara menjalankan bisnis.
Selain itu, langkah pelaku bisnis yang lebih matang kini mulai melirik perusahaan rintisan untuk melanggengkan posisinya. Momen ini menjadi sinyal kuat untuk melakukan investasi pada perusahaan rintisan di Indonesia.
"Sekarang semakin banyak founder, sebelumnya mereka hanya bikin startup untuk menjadi kaya secara cepat tetapi dengan ekosistem yang bertumbuh dari universitas, inkubator yang saya temukan saat ini founder semakin fokus pada menyelesaikan masalah di Indonesia," ujarnya dalam acara Nexticorn di Bali, Minggu (14/10/2018).
Dalam kesempatan yang sama, Donald Wihardja, salah satu penggagas Convergence Ventures mengatakan pihaknya fokus untuk menggarap pasar Indonesia.
Namun, dia menyebut untuk menanamkan modal di perusahaan rintisan digital, tak bisa menawarkan solusi global. Dia menuturkan perlu ide spesifik yang bisa menyelesaikan masalah dan hanya bisa didapat dari perusahaan rintisan dari Indonesia untuk menggarap pasar.
Menurutnya, yang menariknya untuk menggarap bisnis rintisan karena masalah yang ada memerlukan peran teknologi untuk bisa diselesaikan.
"Kami fokus di Indonesia. Kami merasa Indonesia memiliki masalah dan pasar yang cukup besar tetapi Anda (investor) harus fokus karena Anda tidak bisa mengambil solusi global untuk bisa menang di Indonesia."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 Februari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- RUPST Himbara 2026 Segera Digelar, Ini Penjelasan Danantara
- Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Rp190.000 per Gram
- Ini Daftar 95 Pinjaman Online Berizin OJK per Februari 2026
- Gejolak Pasar Modal, Presiden Prabowo Turun Tangan
- BPKN Minta Praktik Goreng Saham Ditindak Tegas
- Meski Harga Emas Terkoreksi, EMAS Tetap Menarik Secara Fundamental
- Kadin DIY Tegaskan Dukungan RPJMD dan Penguatan UMKM
Advertisement
Advertisement



