Pembelajaran Augmented Reality untuk Kurangi Kecanduan Gim

Pembelajaran Augmented Reality untuk Kurangi Kecanduan GimCEO Clenovio Nusantara, Muhammad Rasyid Ridho menunjukkan produk yang dirintisnya belum lama ini./ Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi.
16 Maret 2019 13:57 WIB Salsabila Annisa Azmi Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—CEO Clenovio Nusantara, Muhammad Rasyid Ridho, 23, banyak mengamati dunia anak-anak karena sang ayah menjabat kepala sekolah di suatu sekolah dasar swasta. Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, Rasyid merasa prihatin dengan anak-anak yang kecanduan game online. Terinspirasi dari kasus itu, Rasyid memutuskan mengambil jalan penuh ketidakpastian untuk membuat Clenovio, aplikasi pembelajaran bagi anak-anak yang berbasis Augmented Reality.

 Dunia startup menurut Rasyid penuh lika-liku, terlebih di era teknologi ini. Banyak startup yang menjelma menjadi gelembung udara yang hanya bisa bertahan sebentar. Namun ketika melihat banyak anak berusia taman kanak-kanak yang kecanduan gim daring, Rasyid memutuskan untuk terjun ke dunia startup dan membuat media pembelajaran interaktif yang dekat dengan mereka.

"Clenovio ini launching pada 2017. Intinya saya dan tim menawarkan media pembelajaran yang mengenalkan mereka pada kekayaan Indonesia. Menggunakannya seperti bermain gim," kata Rasyid saat ditemui Harian Jogja belum lama ini.

Clenovio berbentuk paket kartu bergambar atau flash card yang menampilkan tempat bersejarah Indonesia, makanan khas dan pakaian adat. Setelah membeli paket kartu bergambar di Tokopedia, pengguna akan mengunduh aplikasi Clenovio Nusantara di Google Playstore. Pengguna akan membidik kartu itu dengan kamera yang ada di aplikasi dan memunculkan gambar timbul dari kartu sembari menjelaskan pada anak-anak tentang gambar tersebut.

"Misalnya Tugu Jogja, sejarahnya bagaimana, letak di mana. Menggunakannya biasanya sama orang tua, jadi selain membuat mereka beralih dari gim, juga bisa mendekatkan pada orang tua," kata Rasyid.

Rasyid mengatakan Clenovio bisa digunakan untuk anak berusia empat hingga lima tahun. Rasyid mengamati dalam rentang usia itu anak-anak mengalami perkembangan motorik yang cukup pesat. Sehingga mereka sering bergerak ke sana ke mari, hal tersebut seringkali membuat orang tua pusing dan terpaksa menenangkan mereka dengan gim daring. "Harapan saya, Clenovio bisa jadi alternatif juga untuk orang tua mendekatkan diri pada anak, sembari mengembangkan motorik anak-anaknya," kata Rasyid.

 Ketidakpastian Usaha

Rasyid sempat terjebak dalam ketidakpastian ketika merintis startup ini bersama timnya. Keputusan terjun ke dunia startup dianggap tidak jelas dari sisi prospek. Rasyid justru menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan untuk membuktikan keseriusannya merintis Clenovio.

Meskipun kerap terjadi bongkar pasang personil di masa-masa ketidakpastian itu, Rasyid menganggap hal tersebut adalah bagian yang lumrah dari proses merintis startup. "Kalau mau bikin startup memang begitu prosesnya, jangan diambil hati, tetap yakin saja," kata Rasyid.

Kini Clenovio Nusantara telah diunduh ratusan pengguna di Google Play Store. Aplikasi media pembelajaran interaktif itu bahkan banyak digemari anak-anak berusia sekolah dasar. Pengembangan produk pun terus dilakukan, seperti buku digital khusus siswa SMP dan merchandise berupa kaus.