Antisipasi Puncak Mudik 15 Kios Pertamina Siaga Disiapkan

Antisipasi Puncak Mudik 15 Kios Pertamina Siaga DisiapkanUnit Manager Comm & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari (kiri) dan Branch Manager Marketing Operation Region IV Jateng & DIY Teuku Johan Miftah (kanan) ketika memberikan keterangan kepada media di Sleman, Jumat (24/5). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
25 Mei 2019 09:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2019 yang diprediksi akan berlangsung pada 30 Mei-2 Juni 2019, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY telah mempersiapkan dan mengoptimalkan ketersediaan energi di Jateng dan DIY tetap terjaga.

Unit Manager Comm & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari mengatakan berbeda dengan fasilitas kios pada mudik Lebaran tahun sebelumnya, pada tahun ini Pertamina MOR IV berinovasi pada fasilitas pengisian BBM di kios. Pada tahun sebelumnya Kios Pertamina didominasi dengan penjualan BBM manual dan kemasan, kali ini Pertamina telah menggunakan SPBU nonpermanen yaitu modular dan modular kompak yang dilengkapi dengan tangki dan dispenser sehingga mempersingkat waktu pengisian BBM di rest area.

Sebanyak 15 Kios Pertamina Siaga pada tahun ini terdiri dari tujuh titik kios modular kompak, dua titik kios modular, lima titik kios mobile dispencer, dan dua titik kios kemasan. "Strategi pembentukan Satgas [Satuan Tugas] tahun ini diperkuat dengan 45 SPBU kantong dan 22 SPBE kantong yang tersebar di berbagai lokasi guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki ke lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan dan kepadatan," jelas dia di sela-sela buka puasa bersama di Sleman, Jumat (24/5).

Ia mengungkapkan motorist BBM dengan kapasitas angkut BBM hingga 30 liter juga disiagakan sebanyak 60 unit yang tersebar di enam titik di sekitar gerbang Tol Pejagan hingga Solo. Apabila ada kepadatan, motorist BBM akan menembus kemacetan dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengondisian jalan.

"Pelayanan Motorist ini bersifat darurat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM, oleh karena itu kami mengimbau untuk mengisi tangki penuh sebelum memulai perjalanan. Untuk harga, akan sama dengan harga di SPBU," kata dia.

Ia menjelaskan Pertamina telah membentuk Satgas yang mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idulfitri. Bahkan, pada H-7 sampai dengan  H+7 Idulfitri, supply point atau TBBM di wilayah Jateng dan DIY akan beroperasi selama 24 kam sebagai antisipasi padatnya arus mudik Lebaran yang menyebabkan kemacetan. Beberapa SPBU yang berada di beberapa lokasi strategis pun akan beroperasi selama 24 jam.

“Kami mengimbau bagi masyarakat yang hendak mudik dan berwisata agar mengisi tangki full di SPBU sebelum berangkat dan untuk mempermudah menemukan SPBU terdekat saat perjalanan, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Waze atau menghubungi layanan kontak Pertamina di 135,” tegas dia.

 

Kesiapan DIY

Branch Manager Marketing Operation Region IV Jateng & DIY Teuku Johan Miftah mengatakan tren peningkatan konsumsi BBM di wilayah DIY rata-rata mengalami peningkatan 8% lebih besar dari rata-rata harian normal. Untuk gasoline (premium dan pertaseries) yaitu dari 1.807 KL menjadi 1.950 KL. Sementara gasoil (biosolar dan dex series) akan mengalami penurunan hingga -12% dari normalnya 407 KL menjadi 356 KL dikarenakan penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang.

Pertamina juga menyiapkan SPBU kantong sebanyak tiga titik yakni di Bantul dan Gunungkidul. Ada dua titik SPBU kantong di Gunungkidul yakni di SPBU Gading dan SPBU Baron, sedangkan di Bantul ada satu titik yakni di SPBU Parangtritis. "SPBU ini akan siaga dan ketika ada SPBU yang membutuhkan pasokan, maka akan segera dikirimkan," jelas dia.

Guna mempersiapkan kedatangan pemudik menggunakan pesawat, Pertamina juga menambah pasokan avtur di Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). “Kami memprediksi konsumsi Avtur di Bandara Adi Sucipto akan naik enam persen sehingga selama masa satgas, kami menambah 11,6KL/hari dari rata-rata konsumsi harian normal  193 KL/hari menjadi 204,6 KL/hari," kata dia.

Selain memastikan kesediaan suplai BBM, Pertamina MOR IV juga menjamin ketersediaan LPG di wilayah DIY dengan menyediakan penambahan kuota LPG (PSO & Non-PSO) hingga 7% dibandingkan rata-rata konsumsi harian 2019 atau menjadi 467 MT/day dari rata-rata normalnya 436 MT/day. Pertamina juga menyiapkan 69 Agen Siaga & 464 Pangkalan Siaga di wilayah DIY selama beroperasi saat libur Lebaran .

Bagi konsumen yang berada di wilayah Sleman dan Jogja,  dapat memanfaatkan aplikasi Bright Home Service. Melalui aplikasi Bright Home Service, konsumen dapat dengan mudah memesan produk LPG lewat aplikasi Bright Home Service yang dapat diunduh secara gratis di Google Play Store dan App Store.