Rencana Penghapusan Diskon Ojol Tuai Pro-Kontra, Kamu?

Rencana Penghapusan Diskon Ojol Tuai Pro-Kontra, Kamu?Ilustrasi gojek, grab, uber - Sae
13 Juni 2019 07:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana pemerintah untuk melarang praktik pemberian diskon tarif transportasi online untuk ojek online (ojol) dan taksi online disambut baik.

Sekretaris Jenderal Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) Widi Asmara mengatakan promo atau diskon memang bagian dari marketing. Namun yang terjadi menurutnya, kompetitor memberikan promo yang berlebihan sehingga dapat menjatuhkan dan menumbuhkan persaingan tidak sehat.

“Promo juga bagian dari marketing, tetapi untuk pemerintah kami penginnya tetap yang wajar yang adil,” ucap Widi, Rabu (12/6).

Meski cukup mendukung agar permasalahan promo tersebut dikendalikan, di sisi lain ada kekhawatiran juga akan ditinggal pelanggan. Situasi ini, kata dia, sempat terjadi saat diterapkannya penyesuaian tarif baru. Kendati demikian, dia berharap pelanggan juga bisa mengetahui kondisi yang ada.

Terkait dengan kemungkinan adanya penyesuaian kembali tarif Widi mengaku belum mengetahui wacana itu. Namun, dia menilai penyesuaian tarif yang terakhir kali sudah cukup adil.

 

Pelanggan Keberatan

Pelanggan ojol Christin Natalin menyayangkan jika benar promo ojol akan dilarang. Menurutnya, setelah tarif dinaikkan, promo-promo tersebut yang meringankan pelanggan.

“Orang beralih dari ojek konvensional ke online, selain mudah kan juga murah. Jadi kalau akhirnya mahal lagi, terus tidak ada promo ya sangat disayangkan. Bukan tidak mungkin akan berkurang pelanggannya,” ucapnya.

Ia berharap promo tersebut tetap ada. Lantaran banyak yang menguntungkan bagi pelanggan. Terutama bagi pelanggan yang hampir setiap hari menggunakan.

Pelanggan lainnya Indra Purnomo mengatakan juga menyayangkan jika kebijakan itu benar akan diterapkan. Menurutnya, harga setelah penyesuain beberapa waktu lalu untuk jarak pendek sudah cukup memberatkan.

“Mungkin tidak dilarang sepenuhnya promo tersebut. Kalau mau diperbaruhi kebijakannya, ya dibatasi saja promonya. Tidak semua promo dibatas,” ucap Indra.

Diketahui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri akan kembali menyesuaikan tarif untuk menghindari dua aplikator saling “membunuh”. Direncanakan kebijakan ini selesai pada akhir Juni.