BI DIY Perkuat Lima Fokus Kerja

BI DIY Perkuat Lima Fokus KerjaWakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (enam dari kanan) berfoto bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tujuh dari kanan), Kepala KPw BI DIY Hilman Tisnawan (tiga dari kiri) dalam pengukuhan Kepala KPw BI DIY di Gedung KPw BI DIY, Jogja, Kamis (1/8)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
02 Agustus 2019 11:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Hilman Tisnawan dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gedung KPw BI DIY, Jogja, Kamis (1/8). Lima fokus kerja BI DIY pun sudah menghadang. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ada lima pesan yang ia sampaikan untuk menjadi fokus kerja BI DIY.  Pertama, mengenai pengendalian inflasi. Menurutnya, selama ini kerja sama Gubernur DIY, bupati, Wali Kota dengan BI dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY sangat erat. Kerja sama ini perlu diperkuat sehingga inflasi di DIY secara umum dan di kabupaten/ kota akan terus terkendali. "Kami harapkan enggak hanya provinsi, tetapi juga kabupaten/ kota jadi juara dalam rakornas di TPID," kata dia kepada wartawan usai pengukuhan, Kamis (1/8).

Kedua, BI DIY harus bisa mendukung pengembangan ekonomi DIY. BI DIY harus mampu mencari sumber pertumbuhan ekonomi di DIY. Misalnya saja sektro pariwisata yang sangat potensial dan perlu diperkuat. "Bagaimana pariwisata bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjadi sumber pertumbuhan untuk DIY yang langgeng dan cepat. Serta, sektor lain yang menjadi sumber pertumbuhan di DIY," kata dia.

Fokus ketiga yakni turut mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM merupakan pilar yang sangat kuat sebagai sumber pertumbuhan baru. "Semoga UMKM di DIY banyak yang go digital dan go export," tutur dia.

Keempat, BI DIY harus ikut menyukseskan elektronifikasi bantuan sosial, kegiatan keuangan daerah baik penerimaan dan pengeluaran di DIY. Salah satu contoh sukses adalah Pemkab Sleman. "Bagaimana penerimaan kabupaten melalui elektronifikasi dengan kerja sama dengan perbankan dan dunia usaha. Hal itu juga akan meningkatkan efisiensi. Selain bansos dari Pemda, serta moda transpotarssi KA, tol sehingga lebih mudah," kata dia.

Fokus kelima yakni memperlancar pengedaran uang, khusunya pada daerah di mana uang yang beredar tidak layak. Kelancaran itu juga diperlukan pada masa hari raya seperti Ramadan. Ia menilai penyaluran pada Ramadan 2019 sukses. "Banyak kas keliling dan jemput bola sehingga di seluruh Indonesa penukaran uang lancar dengan kerja sama dengan kementerian lembaga dan perbankan," kata dia.

 

Bertumbuh dan Inklusif

Kepala KPw BI DIY Hilman Tisnawan mengaku siap mengemban tugas yang disandangnya dengan sebaik-baiknya. "Sebagai yang ditugaskan di DIY, sesuai lima poin yang disebutkan Gubernur BI, memang ujungnya untuk menangani masalah-masalah di daerah. Dan kalau di DIY juga dilihat sebagai hal yang penting, tentu kami akan lihat ke sana," kata dia.

Ia mangatakan BI siap mendukung sebuah daerah agar tumbuh, tetapi inklusif termasuk pariwisata dan UMKM. "Akan tetap jadi program ke depan. Kami akan lakukan penguatan dari lima fokus itu," kata dia.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X yang mewakili Gubernur DIY mengungkapkan pergantian kepemimpinan di BI merupakan suatu dinamika yang berkesinambungan. Hal ini sebagai upaya BI tetap memiliki motivasi yang tinggi sehingga mendukung fungsi, tugas, peran, serta tanggung jawab BI.

"Pengukuhan ini menjadi pemicu dan pemacu peningkatan kinerja dalam melaksanakan tugas-tugas baik di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Hal ini bertujuan untuk turut menjaga stabilitas perekonomian bangsa di tengah tantangan global, serta berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia," kata dia.

Ia menyebutkan penguatan sinergi dan koordinasi antarpemangku kepentingan merupakan kunci untuk memperkuat ketahanan dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan akademisi dalam pelaksanaan tugas BI dapat terlaksana dengan baik dan optimal apabila dilakukan dengan kerja sama.

"Merujuk pada konsep pembangunan berkelanjutan Pentahelix sebagai respons atas SDGs (Sustainable Development Goals) yang menjadi kesepakatan dunia global, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat/ komunitas, dan media akan meningkatkan efektivitas kinerja BI," terang dia.

BI mengemban tugas mulia karena menyangkut hajat hidup sebuah bangsa. Pihaknya berharap dapat berkolaborasi dengan BI dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat DIY. "Tentu kami mengharapkan masukan-masukan dalam upaya pembangunan dan tata laksana perekonomian daerah, agar hasil pembangunan dapat dirasakan dan memberikan manfaat untuk masyarakat," papar dia.