Astoetik Kembangkan Teknologi untuk Kenalkan Warisan Budaya

Astoetik Kembangkan Teknologi untuk Kenalkan Warisan BudayaHead of Research and Development Astoetik, Aristiyawan menunjukkan canting listrik portable Astoetik K-CL003, Jumat (2/8)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
03 Agustus 2019 12:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Merespons perkembangan zaman ditambah jumlah anak muda yang semakin sedikit mau melestarikan warisan budaya, Head of Research and Development Astoetik, Aristiyawan mengembangkan canting listrik portable Astoetik K-CL003.   

Perkembangan zaman begitu cepat, berbagai perubahan teknologi terus terjadi. Di sisi lain ada warisan budaya yang harus tetap dijaga. Hal tersebut coba direspons oleh Aris dengan Astoetik dengan tagline When Technology Meets Culture.

Memulai riset sejak masih duduk di bangku kuliah pada 2013, Aris mulai berpikir untuk mengembangkan suatu teknologi untuk membantu pelestarian budaya. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya Aris berhasil membuat kompor listrik, canting listrik. Kemudian melalui proses panjang Aris berhasil membuat canting listrik portable dan dirilis pada Juli.

“Jadi kami tagline-nya When Technology Meets Culture. Jadi menggabungkan teknologi dan kebudayaan. Harapannya anak muda itu mau mengenal budaya. Kalau digabungkan teknologi kan anak muda rasa ingin tahunya tinggi,” kata Aris, Jumat (2/8).

Dalam perjalanan risetnya tidak mudah, Aris menceritakan sejumlah kendala pun ditemui seperti halnya, ketersediaan bahan baku masih sulit karena di pasaran kadang jenis pemanasnya tidak ada.

Canting listrik portable menjadi jawaban permintaan pasar untuk kebutuhan canting listrik yang simpel, mudah dipakai di manapun walau berada di tempat yang tidak ada sumber listriknya.

Canting listrik portable ini menggunakan powerbank yang dirancang kuat hingga empat jam, dilengkapi dengan pengaturan panas. Harga canting listrik portable ini Rp300.000, tetapi nominal tersebut belum termasuk powerbank. Spesifikasi input usb 5-12 volt, pemanas 6-8 watt, waktu untuk memanaskan kurang dari satu menit.

Ke depan, kata dia, pengembangan akan terus dilakukan, baik dari bentuk lebih efisien, semakin hemat daya dan lainnya. “Pengembangan tetap akan dilakukan yang namanya teknologi tidak ada matinya. Kalau tidak dikembangkan kalah di pasar,” katanya.

Diharapkan canting listrik portable ini dapat diterima masyarakat, seperti produk terdahulunya kompor listrik yang telah terjual lebih dari 10.000 unit.