Advertisement
Astoetik Kembangkan Teknologi untuk Kenalkan Warisan Budaya
Head of Research and Development Astoetik, Aristiyawan menunjukkan canting listrik portable Astoetik K-CL003, Jumat (2/8)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Merespons perkembangan zaman ditambah jumlah anak muda yang semakin sedikit mau melestarikan warisan budaya, Head of Research and Development Astoetik, Aristiyawan mengembangkan canting listrik portable Astoetik K-CL003.
Perkembangan zaman begitu cepat, berbagai perubahan teknologi terus terjadi. Di sisi lain ada warisan budaya yang harus tetap dijaga. Hal tersebut coba direspons oleh Aris dengan Astoetik dengan tagline When Technology Meets Culture.
Advertisement
Memulai riset sejak masih duduk di bangku kuliah pada 2013, Aris mulai berpikir untuk mengembangkan suatu teknologi untuk membantu pelestarian budaya. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya Aris berhasil membuat kompor listrik, canting listrik. Kemudian melalui proses panjang Aris berhasil membuat canting listrik portable dan dirilis pada Juli.
“Jadi kami tagline-nya When Technology Meets Culture. Jadi menggabungkan teknologi dan kebudayaan. Harapannya anak muda itu mau mengenal budaya. Kalau digabungkan teknologi kan anak muda rasa ingin tahunya tinggi,” kata Aris, Jumat (2/8).
BACA JUGA
Dalam perjalanan risetnya tidak mudah, Aris menceritakan sejumlah kendala pun ditemui seperti halnya, ketersediaan bahan baku masih sulit karena di pasaran kadang jenis pemanasnya tidak ada.
Canting listrik portable menjadi jawaban permintaan pasar untuk kebutuhan canting listrik yang simpel, mudah dipakai di manapun walau berada di tempat yang tidak ada sumber listriknya.
Canting listrik portable ini menggunakan powerbank yang dirancang kuat hingga empat jam, dilengkapi dengan pengaturan panas. Harga canting listrik portable ini Rp300.000, tetapi nominal tersebut belum termasuk powerbank. Spesifikasi input usb 5-12 volt, pemanas 6-8 watt, waktu untuk memanaskan kurang dari satu menit.
Ke depan, kata dia, pengembangan akan terus dilakukan, baik dari bentuk lebih efisien, semakin hemat daya dan lainnya. “Pengembangan tetap akan dilakukan yang namanya teknologi tidak ada matinya. Kalau tidak dikembangkan kalah di pasar,” katanya.
Diharapkan canting listrik portable ini dapat diterima masyarakat, seperti produk terdahulunya kompor listrik yang telah terjual lebih dari 10.000 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Polsek Minggir Amankan 6 Remaja Asal Magelang yang Diduga Hendak Peran
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Manipulasi Saham IMPC, OJK Denda Pelaku Rp5,7 Miliar
- Hotel Tentrem Jogja Sajikan Menu Khas Banjarmasin saat Ramadan
- Produk Tekstil RI Bebas Tarif ke AS, API DIY Soroti Tantangan
- Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Dampak Meluas
- Putusan MA Batasi Wewenang, Trump Terapkan Tarif Global Baru 10 Persen
- Harga Emas Antam Melonjak Tajam, Tembus Rp3 Juta per Gram
- Ekspor DIY Desember 2025 Turun, Industri Pengolahan Tertekan
Advertisement
Advertisement







